• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Mahfud MD Soroti Frekuensi Lawatan Prabowo: Produknya Tidak Jelas ke Rakyat

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 3 Juni 2026 - 17:03
in Headline
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai perdebatan mengenai lawatan luar negeri Presiden Prabowo seharusnya tidak berhenti pada isu anggaran. Menurutnya, publik membutuhkan penjelasan yang jelas mengenai capaian dan manfaat konkret dari setiap kunjungan kenegaraan. Foto: Tangkapan layar YouTube-nya Mahfud MD Official

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai perdebatan mengenai lawatan luar negeri Presiden Prabowo seharusnya tidak berhenti pada isu anggaran. Menurutnya, publik membutuhkan penjelasan yang jelas mengenai capaian dan manfaat konkret dari setiap kunjungan kenegaraan. Foto: Tangkapan layar YouTube-nya Mahfud MD Official

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai polemik mengenai frekuensi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri tidak semata-mata berkaitan dengan besarnya anggaran yang digunakan. Menurutnya, yang menjadi sorotan publik justru menyangkut transparansi, manfaat, dan tindak lanjut dari setiap kunjungan tersebut.

Hal itu disampaikan Mahfud MD dalam perbincangan di kanal YouTube-nya, Mahfud MD Official yang tayang pada Selasa (2/6/2026), menanggapi perdebatan yang muncul setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, mengkritik tingginya frekuensi lawatan Presiden ke luar negeri.

BacaJuga:

UMJ Dorong Perguruan Tinggi Terapkan Resilience Framework Hadapi Bencana

Gantikan Nanik S Deyang, Sudaryono Resmi Dilantik Prabowo di Istana Negara

Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang

Kritik Dino sebelumnya mendapat respons dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Salah satu poin yang disampaikan Teddy adalah bahwa sejumlah biaya tambahan dalam kunjungan Presiden ditanggung secara pribadi oleh Prabowo.

Menanggapi hal itu, Mahfud menegaskan bahwa secara ketatanegaraan, biaya pribadi untuk kebutuhan di luar alokasi resmi negara memang merupakan hal yang lazim.

“Setiap kunjungan kenegaraan, bukan hanya Presiden, menteri, atau pejabat apa pun, kalau ada kelebihan yang dibutuhkan dari yang sudah ditentukan oleh anggaran, memang harus dibiayai sendiri,” kata Mahfud dalam podcastnya tersebut, dikutip pada Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, dalam praktiknya, pejabat negara tidak diperbolehkan menggunakan anggaran negara untuk kebutuhan yang berada di luar pos pengeluaran yang telah ditetapkan.

“Kalau ada kegiatan tambahan yang tidak masuk dalam anggaran resmi, ya harus dari pribadi. Tidak boleh menggunakan anggaran negara. Itu memang konsekuensinya,” jelasnya.

Karena itu, Mahfud menilai pernyataan bahwa biaya tambahan ditanggung pribadi Presiden bukanlah jawaban yang menyentuh substansi kritik yang disampaikan publik.

“Itu sebenarnya bukan jawaban yang tepat. Bahwa setiap kelebihan biaya dibiayai oleh pribadi, itu memang harus begitu. Memang otomatis. Tidak mungkin negara membiayai pengeluaran yang tidak ada dalam anggarannya,” tegas Mahfud.

Menurut Mahfud, persoalan utama yang diperdebatkan bukanlah legalitas penggunaan anggaran, melainkan frekuensi kunjungan ke luar negeri yang dianggap terlalu sering serta minimnya penjelasan mengenai hasil konkret yang diperoleh bagi masyarakat.

“Masalahnya itu karena terlalu sering ke luar negeri. Dan produknya (hasil kunjungannya) tidak jelas pertanggungjawabannya kepada rakyat. Kan itu yang dipersoalkan. Bukan soal anggarannya saja,” tambahnya.

Mahfud menegaskan bahwa penggunaan anggaran perjalanan Presiden tidak melanggar hukum karena telah diatur dalam ketentuan negara. Namun, pemerintah tetap perlu menyampaikan capaian nyata dari setiap lawatan agar publik memahami manfaat yang diperoleh Indonesia.

Sebelumnya, Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal meminta Presiden Prabowo Subianto mengurangi frekuensi kunjungan kerja ke luar negeri dan lebih mendengarkan keluhan masyarakat terkait hal tersebut.

“Saya mewakili komunitas Hubungan Internasional dan banyak rakyat Indonesia mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini,” kata Dino melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, pada Minggu (31/5/2026).

Dalam perhitungannya, dari seluruh pemimpin dunia, Prabowo tercatat telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Semenjak menjabat menjadi presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri,” jelas Dino.

Menurutnya, kemungkinan dalam 18 bulan ke depan Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tingginya, padahal hal tersebut memakan biaya sangat besar.

“Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar. Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi untuk perangkat pendamping dan berbagai biaya lainnya. Dan satu perjalanan ke luar negeri itu bisa menghabiskan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah,” tambahnya. (her)

Tags: Kunjungan Luar Negeri PresidenMahfud MDPresiden Prabowo Subianto

Berita Terkait.

UMJ Dorong Perguruan Tinggi Terapkan Resilience Framework Hadapi Bencana
Headline

UMJ Dorong Perguruan Tinggi Terapkan Resilience Framework Hadapi Bencana

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:02
Gantikan Nanik S Deyang, Sudaryono Resmi Dilantik Prabowo di Istana Negara
Headline

Gantikan Nanik S Deyang, Sudaryono Resmi Dilantik Prabowo di Istana Negara

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:29
Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang
Headline

Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:30
purbaya
Headline

Purbaya Tegaskan Ekonomi Nasional Tetap Kuat, Soroti Pentingnya Melihat Data Agregat

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:11
Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Ciamis dan Lampung
Headline

Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:32
kpk
Headline

KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat dan 2 Lainnya Jadi Tersangka Korupsi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3187 shares
    Share 1275 Tweet 797
  • Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12563 shares
    Share 5025 Tweet 3141
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2882 shares
    Share 1153 Tweet 721
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2768 shares
    Share 1107 Tweet 692
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.