• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Hari Terumbu Karang Sedunia, PHI Perkuat Konservasi Laut lewat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 3 Juni 2026 - 09:40
in Nusantara
Menyelam

Dua penyelam mengamati kondisi ekosistem bawah laut di perairan Kalimantan Timur. Melalui program konservasi terumbu karang dan pemberdayaan masyarakat pesisir, Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berkomitmen menjaga keanekaragaman hayati laut sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir. Foto: Dokumen PHI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peringatan Hari Terumbu Karang Sedunia yang jatuh setiap 1 Juni menjadi momentum bagi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir. Melalui berbagai program konservasi yang melibatkan masyarakat lokal serta pemanfaatan inovasi industri, PHI menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas bisnis energi.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya terus mengembangkan berbagai inisiatif berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) di wilayah pesisir Kalimantan Timur. Fokus utamanya adalah rehabilitasi ekosistem laut, perlindungan terumbu karang, serta penguatan kapasitas masyarakat agar menjadi garda terdepan dalam menjaga sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

BacaJuga:

Kampung Mualaf Pinrang Akhirnya Tersentuh Hewan Kurban

Bea Cukai Malili dan Satpol PP Sita 65.800 Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Pasar di Toraja

Tembus Pasar Hong Kong, 12 Ton Kerapu Hidup dari Madura Buktikan Daya Saing Perikanan Indonesia

Salah satu program unggulan yang telah berjalan sejak 2019 adalah Jaga Pesisir Kita yang diinisiasi oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Program yang berlokasi di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur ini mengintegrasikan rehabilitasi terumbu karang, perlindungan mangrove, penguatan kelompok masyarakat pengawas, hingga pengembangan wisata pesisir berkelanjutan.

Program tersebut lahir sebagai respons terhadap kerusakan ekosistem bawah laut akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Seiring waktu, inisiatif tersebut berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui sektor pariwisata dan usaha berbasis sumber daya pesisir.

Muhammad Mansur, anggota masyarakat sekaligus Local Hero Program Jaga Pesisir Kita, mengatakan bahwa program tersebut telah mendorong masyarakat untuk semakin mandiri dalam menjaga lingkungan pesisir.

“Dalam momentum Hari Terumbu Karang Sedunia ini, kemandirian mengajarkan kami bahwa keberlanjutan lingkungan di wilayah pesisir memerlukan kepemimpinan lokal yang kuat, kolaborasi yang inklusif, serta komitmen yang tidak pernah surut untuk menjaga masa depan laut kita,” ujarnya.

Menurut Mansur, komunitas yang terlibat dalam program terus beradaptasi melalui pendekatan digital dan edukasi berbasis alam untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut. Langkah tersebut dinilai penting agar gerakan konservasi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.

Selain pemberdayaan masyarakat, PHI juga menghadirkan inovasi konservasi melalui program Rig to Reef yang dijalankan oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU). Program ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan aset migas pasca-operasi untuk mendukung pemulihan ekosistem laut.

Proyek percontohan yang berlokasi di sekitar Karang Segajah, Bontang, tersebut dimulai pada 2019 dan diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan Korea Hydrographic and Oceanographic Agency (KHAN) dari Korea Selatan pada Agustus 2022.

Manager Environment PHI sekaligus fasilitator program Rig to Reef, Kemas Adrian, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut menunjukkan bagaimana aktivitas industri dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan.

“Program ini menjadi bukti bahwa kegiatan industri dapat berjalan selaras dengan upaya konservasi lingkungan melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keanekaragaman hayati laut, masyarakat pesisir, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Kemas.

Metode Rig to Reef sendiri merupakan konsep pengalihfungsian struktur dan instalasi lepas pantai yang telah habis masa operasinya menjadi habitat baru bagi biota laut. Selain mendukung peningkatan keanekaragaman hayati, metode ini juga mampu memperkaya ekosistem terumbu karang dan menjadi tempat berkembang biaknya berbagai jenis ikan.

Di sisi lain, pendekatan tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan pembongkaran konvensional karena dapat mengurangi biaya pengangkatan, transportasi, serta pengelolaan struktur yang sudah tidak digunakan.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menegaskan bahwa perusahaan akan terus mengedepankan inovasi sosial dan lingkungan dalam setiap program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Melalui berbagai inisiatif seperti Jaga Pesisir Kita dan Rig to Reef, kami tidak hanya berfokus pada perlindungan ekosistem, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mereka dapat menjadi pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut. Kami percaya bahwa kolaborasi, inovasi, dan keterlibatan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Dony.

Melalui kombinasi antara konservasi berbasis komunitas dan inovasi industri, PHI berupaya menghadirkan dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan pesisir Kalimantan Timur. Momentum Hari Terumbu Karang Sedunia tahun ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan menjaga laut tidak hanya bergantung pada satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara industri, pemerintah, dan masyarakat.(srv)

Tags: Ekosistem LautHari Terumbu Karang SeduniaPHIProgram CSR

Berita Terkait.

“Kemesraan” Prabowo dengan Megawati dan Jokowi Turun Gunung, Pengamat: Pemain Utama Politik Mulai Menentukan Posisi
Nusantara

Kampung Mualaf Pinrang Akhirnya Tersentuh Hewan Kurban

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:03
bc2
Nusantara

Bea Cukai Malili dan Satpol PP Sita 65.800 Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Pasar di Toraja

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:07
kerapu
Nusantara

Tembus Pasar Hong Kong, 12 Ton Kerapu Hidup dari Madura Buktikan Daya Saing Perikanan Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:47
bc
Nusantara

Sinergi Bea Cukai Tarakan dan TNI AU Dukung Penampilan Jupiter Aerobatic Team di Brunei Darussalam

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:01
arwana
Nusantara

KKP Dorong Arwana Indonesia Mendunia Lewat Kontes Internasional di Pontianak

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:10
Pasca-ledakan di Biak, Gegana Menyisir Sisa Material Berbahaya
Nusantara

Pasca-ledakan di Biak, Gegana Menyisir Sisa Material Berbahaya

Senin, 1 Juni 2026 - 23:32

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3516 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    950 shares
    Share 380 Tweet 238
  • Dandhy Laksono Bongkar Sosok “Backing” di Balik Film Sexy Killers hingga Pesta Babi

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.