INDPOSCO.ID – Potensi perikanan Madura kembali menunjukkan taringnya di pasar internasional. PT Bahari Dewata Sejahtera berhasil mengekspor sebanyak 12 ton ikan kerapu hidup ke Hong Kong, Tiongkok, menandai semakin kuatnya posisi komoditas perikanan Indonesia di pasar global.
Ikan kerapu yang diekspor berasal dari Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, salah satu sentra perikanan unggulan di Jawa Timur yang dikenal menghasilkan produk laut berkualitas tinggi. Tingginya permintaan pasar internasional terhadap ikan kerapu hidup menjadi peluang besar bagi pelaku usaha perikanan di wilayah kepulauan Madura untuk terus memperluas jangkauan ekspor.
Keberhasilan pengiriman komoditas bernilai ekonomi tinggi tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Bea Cukai Madura yang secara aktif memberikan pendampingan kepada eksportir. Melalui asistensi dan pelayanan kepabeanan yang optimal, proses ekspor dapat berjalan lancar dan memenuhi standar yang dipersyaratkan negara tujuan.
Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan ekspor dari wilayah Madura. Menurutnya, pendampingan kepada pelaku usaha akan dilakukan secara berkelanjutan agar produk-produk unggulan daerah semakin mampu bersaing di pasar internasional.
“Kami akan secara kontinu melakukan pendampingan kepada pelaku usaha di wilayah Madura, termasuk kepada PT Bahari Dewata Sejahtera, agar kegiatan ekspor dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah,” dalam keterangannya, dikutip Selasa (2/6/2026)
Ekspor 12 ton ikan kerapu hidup ini menjadi bukti bahwa sektor perikanan Madura memiliki potensi besar untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan devisa negara, keberhasilan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih luas di daerah. (ipo)












