• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Soroti Maraknya Badal Haji Tak Terkoordinasi, Timwas Usul Dibentuk Lembaga Resmi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 1 Juni 2026 - 14:04
in Nasional
haji

Ilustrasi - Jemaah haji melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci. DPR RI mendorong pembentukan lembaga resmi pengelola badal haji guna memastikan pelaksanaan ibadah berlangsung transparan, terkontrol, dan sesuai ketentuan syariat. Foto: Dok. Kemenhaj

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengawasan terhadap pelaksanaan ibadah haji tidak hanya menyentuh aspek layanan jemaah di Tanah Suci. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga mulai menaruh perhatian serius pada tata kelola badal haji yang dinilai perlu ditata lebih sistematis agar memberikan kepastian dan kepercayaan bagi masyarakat.

Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menilai praktik badal haji yang saat ini berkembang di tengah masyarakat masih berjalan secara parsial. Beragam pihak menawarkan layanan tersebut, mulai dari biro perjalanan hingga warga negara Indonesia yang menetap di Arab Saudi.

BacaJuga:

Prabowo: Ekonomi Memang Tumbuh, tapi Apakah Sudah Merata?

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu di Kemhan

Jemaah Haji Kloter Pertama Tinggalkan Tanah Suci, Menhaj Sampaikan Permohonan Maaf

Dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi DPR RI, Cucun menjelaskan bahwa kondisi tersebut perlu direspons dengan menghadirkan mekanisme resmi yang berada dalam pengawasan pemerintah.

“Saya mengharapkan kementerian membuat suatu kelembagaan resmi untuk badal haji. Sehingga betul-betul jelas siapa yang membadalkan, siapa yang menerima badalnya, dan pelaksanaannya terkontrol secara penuh. Ini akan lebih meyakinkan masyarakat bahwa ibadah haji dijalankan dengan benar,” jelas Cucun di Makkah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026).

Ia memandang kebutuhan akan lembaga khusus badal haji akan semakin mendesak apabila pemerintah menerapkan standar pemeriksaan kesehatan atau istitaah yang lebih ketat pada masa mendatang. Dengan meningkatnya jumlah calon jemaah yang tidak dapat berangkat karena alasan kesehatan, potensi pelaksanaan badal haji juga diperkirakan bertambah.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya sistem yang mampu menjamin transparansi sekaligus akuntabilitas dalam setiap proses pelaksanaannya.

“Ketika badal haji ini tidak dilembagakan, justru akan terus terjadi problematika,” tegas politisi Fraksi PKB itu.

Selain isu badal haji, Timwas DPR turut menyoroti mekanisme pembayaran dam yang kini semakin terintegrasi dengan kebijakan Pemerintah Arab Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Saudi mengarahkan pembayaran dam dan kurban melalui perusahaan resmi negara, Adahi, guna memastikan pengelolaan yang lebih tertib.

Perkembangan terbaru bahkan mengindikasikan bahwa bukti pembayaran melalui sistem tersebut berpotensi menjadi salah satu syarat administratif dalam proses penerbitan visa jemaah Indonesia.

Di sisi lain, kebijakan tersebut masih memunculkan beragam pandangan di Indonesia, termasuk terkait wacana pelaksanaan penyembelihan hewan dam di dalam negeri. Untuk itu, DPR berupaya menjembatani berbagai perspektif agar kebijakan yang diambil tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi juga tetap sejalan dengan ketentuan syariat.

“Insyaallah dalam waktu dekat, kita akan mengundang Kementerian terkait, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta para kiai ahli fikih. Jangan sampai karena keinginan memperbaiki tata aturan operasional, kita justru meninggalkan sisi keabsahan fikihnya. Ini demi kemaslahatan umat,” tutupnya. (her)

Tags: DPRhajiTimwas

Berita Terkait.

wo
Nasional

Prabowo: Ekonomi Memang Tumbuh, tapi Apakah Sudah Merata?

Senin, 1 Juni 2026 - 13:13
makam
Nasional

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu di Kemhan

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57
menhaj
Nasional

Jemaah Haji Kloter Pertama Tinggalkan Tanah Suci, Menhaj Sampaikan Permohonan Maaf

Senin, 1 Juni 2026 - 12:02
np
Nasional

Kurban untuk Negeri, PLN Nusantara Power Salurkan 39.863 Paket Daging Kurban ke Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 02:02
haji
Nasional

Timwas Haji DPR: Jangan Kambinghitamkan KBIHU dalam Persoalan Haji 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:47
lalu
Nasional

Prabowo Instruksikan Sekolah Belajar Bahasa Prancis, DPR Panggil Mendikdasmen

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3494 shares
    Share 1398 Tweet 874
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    2538 shares
    Share 1015 Tweet 635
  • Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5694 shares
    Share 2278 Tweet 1424
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Dandhy Laksono Bongkar Sosok “Backing” di Balik Film Sexy Killers hingga Pesta Babi

    939 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.