INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Selain itu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh pelosok Tanah Air.
“Kami berkomitmen revitalisasi ini terus kami laksanakan sampai seluruh pelosok tanah air,” ujar Mu’ti dalam keterangan, Kamis (28/5/2026).
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 sekaligus menyerahkan bantuan revitalisasi tahun 2026 bagi sejumlah sekolah di Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Papua Barat Daya.
“Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pemerataan layanan pendidikan hingga wilayah timur Indonesia,” kata Mu’ti.
Pada 2025, menurutnya, program revitalisasi di Kota Sorong menjangkau 12 sekolah dengan total bantuan sebesar Rp4,9 miliar. Sementara di Kabupaten Sorong, revitalisasi diberikan kepada 15 sekolah dengan nilai bantuan mencapai Rp22 miliar.
Untuk tahun 2026, lanjut Mu’ti, bantuan revitalisasi di Kota Sorong dialokasikan bagi lima sekolah dengan total anggaran Rp3,6 miliar. Sedangkan Kabupaten Sorong memperoleh bantuan untuk 34 sekolah dengan total anggaran Rp16,5 miliar.
Mu’ti menjelaskan, prioritas revitalisasi tahun ini difokuskan pada sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat. Pemerintah menargetkan revitalisasi dapat menjangkau hingga 71.744 satuan pendidikan pada 2026.
Ia menambahkan, selain meningkatkan kualitas sarana pendidikan, program revitalisasi juga dinilai berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. Skema swakelola yang diterapkan melibatkan tenaga kerja lokal dan mitra setempat.
Pada 2025, masih ujar Mu’ti, revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan disebut mampu menyerap sekitar 250 ribu tenaga kerja. “Dengan revitalisasi ini tentu kami berharap tidak hanya sekolah yang kita perbaiki, tapi juga kita berusaha untuk dapat meningkatkan ekonomi lokal,” katanya. (nas)










