INDOPOSCO.ID – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia menggelar puncak peringatan Milad ke-23 dengan mengusung tema “Bersama Berkolaborasi dan Berinovasi Menuju Indonesia Emas 2045” di Hotel Savero, Depok, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Majelis Tinggi JSIT Indonesia Sukro Muhab, jajaran Dewan Pendiri JSIT Indonesia, Ketua Umum JSIT Indonesia Ahmad Fikri, serta pengurus pusat dan wilayah JSIT Indonesia dari kawasan Jabodetabek.
Ketua Panitia Milad ke-23 JSIT Indonesia, Heni Lestari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus wilayah, sekolah, dan mitra yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian kegiatan milad.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, pengurus wilayah, sekolah, dan mitra yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian Milad ke-23 ini. Sekaligus kami juga memohon maaf apabila dalam penyelenggaraan masih terdapat kekurangan,” ujar Heni.
Sementara itu, Ketua Umum JSIT Indonesia Ahmad Fikri mengajak seluruh keluarga besar JSIT untuk menjadikan perjalanan organisasi selama 23 tahun sebagai inspirasi dalam memperkuat kontribusi di bidang pendidikan Islam.
Ia mengenang perjuangan para pendiri JSIT Indonesia, seperti Dedi Martoni, Fahmi Alaydroes, dan Sukro Muhab, yang telah meletakkan fondasi organisasi, termasuk melalui pembentukan Satuan Komunitas (Sako) JSIT Indonesia dan penyelenggaraan Kemah Nasional Sako SIT pertama.
“Perjalanan 23 tahun ini bukan perjalanan yang mudah. Para pendiri telah menunjukkannya dengan kerja nyata. Salah satunya adalah awal mula terbentuknya Sako JSIT Indonesia dan pelaksanaan Kemnas Sako SIT pertama. Itu semua adalah jejak perjuangan yang tidak boleh kita lupakan,” kata Ahmad Fikri.
Menurutnya, keberlanjutan dakwah melalui pendidikan membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan inovasi dari seluruh elemen JSIT.
“Jika kita maksimalkan dalam jalan dakwah pendidikan, maka insyaAllah Allah SWT akan memberikan pertolongan kepada kita semua. Kolaborasi dan inovasi hari ini adalah bekal kita untuk berkontribusi nyata menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Tema Milad ke-23 dipilih sebagai pengingat bahwa tantangan pendidikan di masa depan hanya dapat dijawab melalui sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah, disertai keberanian berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Islam.
Puncak peringatan Milad ke-23 JSIT Indonesia juga diramaikan dengan sejumlah agenda, antara lain Webinar Pendidikan Nasional, Webinar Praktik Baik, Khataman Al-Qur’an, serta Tasyakuran sebagai penutup rangkaian peringatan hari jadi organisasi.
Selama lebih dari dua dekade, JSIT Indonesia terus berkomitmen membina Sekolah Islam Terpadu di berbagai daerah untuk menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki daya saing global.(srv)


















