• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

WFH ASN Berlanjut, Negara Justru Lebih Hemat dan Pelayanan Tetap Ngebut

Nasuha Editor Nasuha
Rabu, 27 Mei 2026 - 21:31
in Nasional
Menteri PANRB Rini Widyantini (kanan) menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas Evaluasi Kebijakan Transformasi Budaya Kerja di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Foto: Dok. Kementerian PANRB

Menteri PANRB Rini Widyantini (kanan) menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas Evaluasi Kebijakan Transformasi Budaya Kerja di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Foto: Dok. Kementerian PANRB

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah menilai kebijakan fleksibilitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama April 2026 membawa dampak besar terhadap cara birokrasi bekerja. Alih-alih menurunkan performa pelayanan, pola kerja fleksibel justru disebut mampu menekan pengeluaran negara sekaligus mempercepat transformasi digital pemerintahan.

Evaluasi terbaru menunjukkan perubahan budaya kerja birokrasi mulai bergerak ke arah yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi. Efisiensi anggaran tercapai, sementara pelayanan publik tetap berjalan stabil.

BacaJuga:

TNI Ikut Patroli Begal, Penindakan Hukum Tetap Ranah Polri

Pro dan Kontra Bantuan Sapi Kurban Presiden, Begini Respons Akademisi

Gereja Katedral Ungkap Makna di Balik Penyerahan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan bahwa kebijakan fleksibilitas kerja bukan sekadar soal ASN bekerja dari rumah atau dari lokasi tertentu.

“Efisiensi tidak berarti mengurangi layanan. Efisiensi hari ini berarti mengubah cara negara bekerja. Fleksibilitas kerja adalah pintu masuknya, sementara transformasi digital pemerintah adalah perubahan utamanya,” ujar Rini dalam Rapat Koordinasi Terbatas Evaluasi Kebijakan Transformasi Budaya Kerja di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Dari hasil evaluasi pemerintah, efisiensi perjalanan dinas tercatat mencapai Rp1,95 triliun. Selain itu, penghematan utilitas pemerintah menembus Rp65,6 miliar. Percepatan digitalisasi juga terlihat dari peningkatan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang mencapai tambahan 100.817 dokumen secara nasional.

Meski pola kerja berubah lebih fleksibel, kualitas pelayanan publik disebut tidak mengalami penurunan berarti. Pemerintah mencatat 95 persen layanan publik tetap stabil bahkan sebagian meningkat selama penerapan kebijakan tersebut. Kanal pengaduan masyarakat pun tetap aktif dan seluruh laporan publik diklaim tertangani.

Menurut Rini, perubahan budaya kerja birokrasi harus dibangun di atas fondasi Digital Public Infrastructure (DPI). Sistem tersebut mencakup identitas digital, pertukaran data lintas instansi, hingga pembayaran digital pemerintah agar birokrasi menjadi lebih terintegrasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Transformasi budaya kerja harus mendorong ASN bekerja lebih efektif, agile, dan berorientasi hasil. Fleksibilitas kerja bukan berarti menurunkan kualitas pelayanan, justru harus memperkuat profesionalisme dan akuntabilitas kinerja,” terangnya.

Meski begitu, pemerintah mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam implementasi kerja fleksibel, terutama terkait penguatan budaya kerja digital dan pola koordinasi antarinstansi. Karena itu, setiap lembaga diminta memastikan pelayanan publik tetap optimal di tengah perubahan pola kerja ASN.

“Ke depan, fleksibilitas kerja harus semakin matang implementasinya. Tidak hanya fleksibel dalam tempat bekerja, tetapi juga semakin kuat dari sisi tata kelola, koordinasi, dan pencapaian kinerja organisasi,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut hasil evaluasi memperlihatkan dampak positif kebijakan tersebut, termasuk terhadap efisiensi energi nasional.

“Dari hasil evaluasi pelaksanaan WFH ASN selama dua bulan ini, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan tersebut melalui penerbitan Surat Edaran terbaru dari Menteri PANRB untuk instansi pemerintah pusat dan Menteri Dalam Negeri untuk instansi pemerintah daerah,” tegas Airlangga.

Pemerintah juga memastikan kebijakan fleksibilitas kerja tetap akan diiringi pengawasan disiplin dan produktivitas ASN agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Lewat evaluasi ini, pemerintah berharap transformasi budaya kerja birokrasi dapat menjadi momentum percepatan digitalisasi pemerintahan, memperkuat efektivitas pelayanan publik, sekaligus mendukung efisiensi anggaran dan keberlanjutan lingkungan. (her)

Tags: ASNmenteriPANRBWFH

Berita Terkait.

Iduladha 1447 H, Golkar DKI Jakarta Distribusikan 117 Hewan Kurban di 5 Wilayah
Nasional

TNI Ikut Patroli Begal, Penindakan Hukum Tetap Ranah Polri

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:34
Iduladha 1447 H, Golkar DKI Jakarta Distribusikan 117 Hewan Kurban di 5 Wilayah
Nasional

Pro dan Kontra Bantuan Sapi Kurban Presiden, Begini Respons Akademisi

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:16
Gereja Katedral Ungkap Makna di Balik Penyerahan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal
Nasional

Gereja Katedral Ungkap Makna di Balik Penyerahan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:34
Sekam Padi Jadi Energi Baru, PLN EPI Gandeng BWI Pasok Biomassa untuk PLTU Indramayu
Nasional

Bangun Operasi Migas Aman dan Berkelanjutan, PEP Bunyu Field Intensifkan Pengawasan Narkoba

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:04
Pengamat Nilai Konferensi Pers Soal Kurban Presiden Justru Memancing Polemik Baru
Nasional

Pengamat Nilai Konferensi Pers Soal Kurban Presiden Justru Memancing Polemik Baru

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:45
Momen Iduladha, Ketua DPR Ajak Masyarakat Memaknai Pengorbanan dan Kepedulian
Nasional

Blackout Sumatera Picu Gelombang Protes, Mahasiswa Desak Dirut PLN Mundur

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:34

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5683 shares
    Share 2273 Tweet 1421
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    3007 shares
    Share 1203 Tweet 752
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    2514 shares
    Share 1006 Tweet 629
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    2306 shares
    Share 922 Tweet 577
  • Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    1587 shares
    Share 635 Tweet 397
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.