• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pengamat Nilai Konferensi Pers Soal Kurban Presiden Justru Memancing Polemik Baru

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 27 Mei 2026 - 18:45
in Nasional
Wamensesneg Juri Ardiantoro memberikan pengarahan kepada para CPNS Kemensetneg di Rindam Jaya, Jakarta Timur, Rabu (11/6/2025). Foto: Dok. Setneg

Wamensesneg Juri Ardiantoro memberikan pengarahan kepada para CPNS Kemensetneg di Rindam Jaya, Jakarta Timur, Rabu (11/6/2025). Foto: Dok. Setneg

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai langkah Istana menggelar konferensi pers terkait bantuan hewan kurban Iduladha Presiden Prabowo Subianto justru menjadi bumerang dalam komunikasi publik pemerintah.

Pria yang akrab disapa Hensa itu menyoroti konferensi pers yang disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro. Menurutnya, isu yang sebenarnya sederhana malah berkembang menjadi polemik karena dipresentasikan secara berlebihan.

BacaJuga:

BNPB Geser Armada Udara dari Kalimantan ke Jatim, Ini Alasannya

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Asa Baru Penggerak Ekonomi Desa di Banyuwangi

Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

“Ini problem dasar, pejabat negara nggak bisa bedain mana yang layak press conference, mana yang cukup siaran pers. Hal-hal ringan dibikin seolah-olah penting, akhirnya jadi bola liar ke mana-mana dan memancing polemik yang sebenarnya nggak perlu,” ujar Hensa melalui gawai, Rabu (27/5/2026).

Hensa menilai penggunaan forum konferensi pers untuk mengumumkan jumlah hewan kurban Presiden tidak memiliki urgensi tinggi. Dalam pandangannya, format komunikasi besar seperti itu justru membangun kesan bahwa informasi tersebut sangat penting dan mendesak diketahui publik.

Akibatnya, perhatian publik bergeser ke hal-hal lain yang sebelumnya tidak menjadi persoalan, termasuk mempertanyakan penggunaan anggaran negara.

“Begitu diumumkan lewat press conference, kesannya ini urusan besar, mendesak, semua orang harus tahu. Padahal cukup rilis singkat saja. Karena dibesarkan, akhirnya orang jadi bertanya macam-macam, termasuk soal APBN. Coba kalau dari awal cukup press release, isu itu bisa dikendalikan, nggak melebar ke mana-mana,” jelasnya.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu juga menilai sensitivitas komunikasi di lingkungan pemerintahan masih lemah. Ia menyinggung kemungkinan dampak negatif terhadap citra Presiden jika strategi komunikasi semacam itu terus dilakukan.

“Kalau sampai Presiden tahu, itu justru makin runyam. Niatnya baik, tapi cara menyampaikannya jadi terkesan pamer. Dalam perspektif tertentu, itu bisa dianggap riya. Akhirnya yang kena siapa? Presidennya juga, seolah-olah berbuat baik tapi dipersepsikan keliru,” kata Hensa.

Tak hanya soal kurban, Hensa turut mengkritik konferensi pers mengenai ketidakhadiran Presiden dalam Salat Iduladha di Jakarta karena agenda kunjungan ke Prancis. Ia menyebut penyampaian informasi tersebut kembali menunjukkan ketidaktepatan dalam menentukan bobot isu yang layak diumumkan lewat konferensi pers.

“Hal seperti Presiden tidak Salat Iduladha di Jakarta karena ke Perancis itu cukup disampaikan lewat siaran pers, selesai. Nggak perlu panggung besar. Ketika dibikin press conference, seolah-olah ini isu besar, padahal bukan. Ujungnya apa? Polemik lagi, isu nggak penting jadi ramai,” ungkapnya.

Menurut Hensa, persoalan utama bukan terletak pada kegiatan Presiden, melainkan pada cara pemerintah menyampaikan informasi kepada publik. Ia menilai momentum Iduladha yang seharusnya berlangsung khidmat justru berubah menjadi ruang perdebatan akibat strategi komunikasi yang tidak tepat.

“Bukan soal penting atau tidaknya kegiatannya, tapi bagaimana itu dikomunikasikan. Ketika hal-hal seperti ini dibesar-besarkan lewat press conference, fokus publik jadi bergeser. Yang seharusnya khidmat, malah jadi bahan polemik,” jelas Hensa.

Ia pun mengingatkan bahwa kesalahan dalam mengelola komunikasi publik berpotensi menciptakan distraksi terhadap agenda pemerintahan.

“Akibatnya energi publik habis di hal-hal yang sebetulnya bisa disampaikan secara sederhana. Ini bukan soal kegiatannya, tapi strategi komunikasinya yang kurang tepat,” tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto diperkirakan akan melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Prancis. Hal tersebut disampaikan Juri saat memberikan keterangan mengenai penyaluran hewan kurban Presiden kepada masyarakat di berbagai daerah.

Menurutnya, momentum Hari Raya Iduladha tahun ini bertepatan dengan agenda kunjungan kenegaraan Presiden di Prancis. Karena itu, pelaksanaan salat Id bagi Prabowo akan menyesuaikan dengan rangkaian agenda resmi yang sedang berlangsung di negara tersebut.

“Akan menyesuaikan, karena pas hari Rabu, masih ada di sana. Jadi, tentu akan menyesuaikan situasi di sana,” kata Juri dalam konferensi pers di Jakarta, pada Selasa (26/5/2026). (her)

Tags: Hendri SatrioKedaiKOPIKurban Presiden Prabowo

Berita Terkait.

BNPB Geser Armada Udara dari Kalimantan ke Jatim, Ini Alasannya
Nasional

BNPB Geser Armada Udara dari Kalimantan ke Jatim, Ini Alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:00
BMKG: Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini
Nasional

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Asa Baru Penggerak Ekonomi Desa di Banyuwangi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:08
Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:20
Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon
Nasional

Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:57
Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Cegah Penyalahgunaan, Menkum Dorong Percepatan E-Notary dan Perkuat Integritas Notaris

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:23
Pemilihan Ketua Umum IKA FH Trisakti Diwarnai Keberatan Peserta
Nasional

Pemilihan Ketua Umum IKA FH Trisakti Diwarnai Keberatan Peserta

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:04

OLAHRAGA

NOC Indonesia
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • Inovasi Hijau Garuda-EIGER, Material Bekas Pesawat Disulap Jadi Tas Fungsional

    Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    896 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Pernyataan Menkes Soal ‘Adaptasi’ Karhutla Tuai Polemik, Kemenkes Klaim Tak Pasrah

    760 shares
    Share 304 Tweet 190
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.