INDOPOSCO.ID – Pemerintah mulai menaruh perhatian serius pada pembenahan sumber daya manusia kesehatan sebagai fondasi utama percepatan layanan kesehatan nasional. Dalam mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, transformasi kualitas tenaga kesehatan dinilai menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk menjawab tantangan layanan modern dan pemerataan akses kesehatan di Indonesia.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, menegaskan bahwa pemenuhan SDM kesehatan tidak lagi cukup dipahami hanya sebagai proses birokrasi pengadaan pegawai. Menurutnya, langkah tersebut harus diarahkan untuk menciptakan tenaga kesehatan yang unggul, adaptif, dan mampu mengikuti transformasi layanan kesehatan nasional.
“Pengembangan kompetensi tenaga kesehatan harus diselaraskan transformasi dengan agenda promotif–preventif, manajemen penyakit kronis, telemedicine, AI-assisted diagnosis, integrated care melalui pelatihan berkelanjutan,” ujar Rini saat bertemu dengan Wakil Menteri Kesehatan di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Rini menyoroti bahwa tantangan sektor kesehatan saat ini bukan hanya kekurangan jumlah tenaga medis. Pemerintah juga menghadapi persoalan distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, rendahnya retensi di sejumlah daerah, hingga belum sinkronnya perencanaan kebutuhan antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia menilai arah transformasi kesehatan nasional menuntut kemampuan baru dari para tenaga kesehatan. Penguatan layanan promotif dan preventif, pengelolaan penyakit kronis, layanan berbasis komunitas, hingga pemanfaatan teknologi kesehatan digital harus menjadi bagian dari kompetensi utama tenaga kesehatan ke depan.
Selain itu, tata kelola SDM kesehatan dinilai perlu melibatkan lebih banyak pihak lintas sektor. Mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, organisasi profesi, kolegium, hingga institusi pendidikan perlu bergerak bersama agar proses perencanaan, distribusi, hingga pengembangan SDM kesehatan berjalan lebih terintegrasi.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Fokus utama diarahkan pada penguatan kapasitas dan mutu layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai wilayah.
Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sendiri menjadi salah satu dari tiga program prioritas utama Kementerian Kesehatan. Pemerintah menargetkan program ini mampu mempercepat pemerataan kualitas layanan kesehatan di daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan fasilitas maupun tenaga medis.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan program tersebut dirancang untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat di daerah yang membutuhkan layanan kesehatan lebih baik.
“Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) / Quick Win ini adalah langkah awal yang nyata untuk memastikan masyarakat di pelosok mendapatkan layanan kesehatan setara dengan daerah lain,” terang Benjamin.
Melalui program ini, pemerintah akan memprioritaskan penguatan infrastruktur rumah sakit daerah, peningkatan fasilitas kesehatan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia kesehatan agar layanan medis di daerah dapat semakin setara dengan kota-kota besar. (her)










