INDOPOSCO.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan birokrasi unggul menjadi fondasi utama kemajuan bangsa di tengah tantangan global dan percepatan transformasi pemerintahan modern.
Menurutnya, birokrasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai mesin administrasi negara, tetapi juga menjadi penggerak utama daya saing nasional dan kualitas pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Rini di hadapan Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea Ali Andika Wardhana, Seoul, Kamis (21/5/2026).
“Birokrasi unggul merupakan fondasi utama keberlangsungan peradaban dan tata kelola negara modern. Reformasi birokrasi harus terus diarahkan pada penguatan kapasitas kelembagaan, percepatan transformasi layanan publik, dan peningkatan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, arahan Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa reformasi birokrasi harus mampu menghadirkan pemerintah yang responsif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, ASN dituntut memiliki disiplin, integritas, dan kompetensi yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.
Rini menjelaskan, transformasi birokrasi saat ini tidak lagi dimaknai sekadar perbaikan administrasi, melainkan transformasi menyeluruh terhadap tata kelola pemerintahan agar lebih efektif, efisien, dan adaptif.
Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong penguatan kelembagaan, penyederhanaan proses bisnis, pembangunan SDM aparatur yang profesional, hingga percepatan transformasi digital pemerintahan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebijakan dan pelayanan publik dapat berjalan lebih presisi dan terintegrasi.
“Layanan yang lebih tepat sasaran dan keputusan yang lebih responsif hanya dapat terwujud jika sistem layanan terintegrasi dan dikelola dengan baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rini juga menyoroti pentingnya collaborative and network governance atau tata kelola kolaboratif dalam menjalankan program prioritas pemerintah. Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan.
Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak bisa lagi dicapai melalui pendekatan sektoral yang berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci menghadirkan layanan publik yang efektif dan berdampak nyata, termasuk dalam pelayanan bagi WNI di luar negeri.
“ASN perwakilan RI memiliki peran strategis sebagai wajah negara dan garda terdepan pelayanan publik bagi WNI maupun mitra internasional. Mereka membawa nama institusi sekaligus kepercayaan bangsa,” ucapnya.
Rini juga berpesan kepada jajaran KBRI Seoul agar terus menghadirkan pelayanan publik yang humanis, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Pelayanan publik pada akhirnya adalah tentang bagaimana negara hadir bagi masyarakatnya. Karena itu, ASN harus melayani dengan hati, bekerja dengan inovasi, dan memperkuat kolaborasi untuk Indonesia maju,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Rini berharap hubungan Indonesia dan Korea Selatan dapat terus diperkuat, khususnya dalam pengembangan pemerintahan digital yang adaptif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (rmn)










