INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi XI DPR Amin Ak mengingatkan bahwa penguatan peran negara dalam kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) jangan sampai meminggirkan sektor swasta. Ia menegaskan, dunia usaha tetap merupakan mitra strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.
“Kita harus tetap memberi ruang yang sehat dan adil bagi pelaku usaha yang memiliki komitmen, integritas, dan nasionalisme terhadap kepentingan bangsa,” kata Amin Ak dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, banyak pelaku usaha nasional selama ini turut berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, investasi, hingga penguatan ekspor Indonesia.
“Negara dan swasta seharusnya membangun kemitraan strategis, bukan saling meniadakan,” ujar Amin Ak.
Paling penting penguatan kedaulatan ekonomi harus dijalankan dengan prinsip adanya kepastian hukum, tata kelola yang transparan, profesionalisme kelembagaan, serta iklim investasi yang tetap sehat dan kompetitif.
“Yang harus diperangi adalah praktik manipulasi, rente, dan penghindaran kewajiban terhadap negara, bukan semangat kewirausahaan dan dunia usaha nasional itu sendiri,” ucap Amin Ak.
Ia juga menekankan pentingnya seluruh kebijakan strategis pemerintah tetap diarahkan memperkuat industrialisasi nasional, memperluas lapangan kerja berkualitas, meningkatkan penerimaan negara.
Selain itu, kebijakan tersebut memperbesar manfaat ekonomi sumber daya alam bagi seluruh rakyat Indonesia. “Tujuan akhirnya bukan sekadar memperbesar kontrol negara, tetapi memastikan kekayaan nasional benar-benar kembali sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” imbuh politikus PKS itu.
Pemerintah terus mematangkan implementasi kebijakan DHE dan tata kelola ekspor sumber daya alam melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim, pemerintah telah melakukan sosialisasi kebijakan tersebut kepada sejumlah asosiasi pengusaha, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Kami laporkan terkait kemarin pertemuan dengan para asosiasi pengusaha baik dalam maupun luar negeri, sosialisasi dari devisa hasil ekspor dan sosialisasi daripada ekspor melalui badan usaha milik negara,” ujar Airlangga terpisah usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (22/5/2026). (dan)










