• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

PHE Tancap Gas di Era Transisi Energi, Produksi Migas Naik hingga Proyek CCS Raksasa

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 22 Mei 2026 - 17:39
in Ekonomi
IPA Convex 2026

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Yuliot Tanjung (lima dari kiri) foto bersama jajaran direksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) di booth interaktif perusahaan dalam acara The 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (20/5/2026). Foto: Dokumen PHE

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gemerlap perhelatan The 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menjadi panggung bagi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk menunjukkan arah besar transformasi bisnis energinya. Di tengah tantangan transisi energi global, PHE menegaskan komitmennya menjaga ketahanan energi nasional sembari mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon.

Komitmen tersebut disampaikan langsung jajaran manajemen PHE saat menerima kunjungan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Yuliot Tanjung, di booth interaktif perusahaan pada Rabu (20/5/2026).

BacaJuga:

Wujudkan Ekosistem Pendidikan Masa Depan, Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Industri Sawit Makin Inklusif, BPDP Dukung Pedoman Pengarusutamaan Gender Nasional

Menteri Investasi dan Hilirisasi Apresiasi Pelayanan Bea Cukai Morowali untuk Industri Pengolahan Nikel

Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, memaparkan bahwa perusahaan kini memegang peran dominan dalam industri hulu migas nasional. Saat ini, PHE menyumbang sekitar 65 persen produksi minyak nasional dan 37 persen produksi gas nasional, sekaligus mengelola 27 persen blok migas di Indonesia.

Sepanjang 2025, PHE membukukan produksi minyak sebesar 556 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas mencapai 2,75 bcfd (BSCFD). Capaian itu ditopang aktivitas masif di lapangan, mulai dari pengeboran 887 sumur pengembangan, well service lebih dari 37 ribu sumur, hingga 1.288 kegiatan workover.

Namun langkah PHE tidak berhenti pada peningkatan produksi migas semata. Perusahaan kini menjalankan strategi “Dual Growth Strategy”, yakni memperkuat bisnis inti migas sekaligus membangun fondasi energi rendah karbon secara berkelanjutan.

“PHE menjalankan strategi pertumbuhan yang seimbang antara penguatan bisnis inti migas dan pengembangan bisnis rendah karbon. Melalui pendekatan manajemen risiko yang adaptif dan terintegrasi, kami memastikan setiap langkah transformasi perusahaan tetap mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi masa depan,” ujar Whisnu.

Di sektor keberlanjutan, PHE juga memperlihatkan agresivitasnya. Perusahaan berhasil mempertahankan peringkat MSCI ESG “BBB”, menjalankan lebih dari 808 program CSR, serta menekan emisi karbon hingga 1.619.564 ton CO₂e.

Tak hanya itu, pengembangan proyek Carbon Capture & Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) menjadi fokus utama bersama sejumlah mitra global. Hingga 2030, kapasitas penyimpanan karbon yang dirancang mencapai 7,3 gigaton.

“Perusahaan juga terus mengembangkan proyek Carbon Capture & Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) bekerja sama dengan mitra global. Hingga tahun 2030, total kapasitas penyimpanan karbon yang direncanakan mencapai 7,3 gigaton,” jelas Whisnu.

Berbagai proyek strategis pun mulai menunjukkan hasil nyata. PHE telah memulai injeksi CO₂ Sukowati yang diperkirakan mampu meningkatkan perolehan minyak hingga 19,2 juta barel. Selain itu, perusahaan mencatat penemuan sumber daya 2C di Tedong sebesar 108,05 juta BOE dan menjalankan Multi Stage Fracturing pertama pada sumur horizontal Kotabatak.

Perusahaan juga sukses mengembangkan North Duri A14 melalui injeksi steamflood pertama untuk Enhanced Oil Recovery (EOR), mengoperasikan Greenfield Akasia dengan produksi awal 3.200 BOPD, hingga memproduksikan Lapangan Padang Pancuran I yang memiliki estimasi cadangan 1,1 juta barel minyak.

Langkah ekspansi berlanjut lewat proyek EOR Chemical di Area Minas, pengoperasian Area of Interest Sisi Nubi berkapasitas 70 MMSCFD, serta pengembangan sumur Step Out Abab untuk revitalisasi lapangan brownfield.

“Memasuki tahun 2026 dan seterusnya, PHE telah menyiapkan sejumlah proyek strategis lanjutan, termasuk pengembangan Blok Lavender di Laut Natuna Timur, Greenfield OO-OX ONWJ, Eksplorasi Laut Dalam (Deepwater) di Natuna Timur, hingga proyek pengembangan lapangan migas nonkonvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan,” tuturnya.

Selain pengembangan proyek energi, PHE juga mulai mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung operasi pengeboran, pengelolaan aset, dan pengembangan subsurface yang lebih efisien.

“Sementara itu, pengembangan proyek CCS Asri Basin menjadi salah satu fokus masa depan perusahaan dengan target potensi penyimpanan karbon hingga 2,9 gigaton,” tambahnya.

Booth PHE sendiri menjadi salah satu pusat perhatian dalam ajang IPA Convex 2026. Pengunjung disuguhkan berbagai digital poster interaktif mengenai perkembangan bisnis hulu migas, produk mitra binaan, permainan interaktif, hingga sajian kopi racikan barista.

The 50th IPA Convex 2026 yang berlangsung pada 20-22 Mei mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”. Ajang ini menjadi salah satu forum terbesar industri migas yang mempertemukan pelaku industri, regulator, investor, hingga tenaga ahli dari berbagai negara.

Ke depan, PHE menegaskan akan terus memperkuat investasi di sektor hulu migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga menegaskan komitmen Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016.(her)

Tags: IPA ConvexPertaminaPertamina Hulu EnergiPHEproduksi migasTransisi Energi

Berita Terkait.

Seminar
Ekonomi

Wujudkan Ekosistem Pendidikan Masa Depan, Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27
Penyerahan
Ekonomi

Industri Sawit Makin Inklusif, BPDP Dukung Pedoman Pengarusutamaan Gender Nasional

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:36
Apresiasi
Ekonomi

Menteri Investasi dan Hilirisasi Apresiasi Pelayanan Bea Cukai Morowali untuk Industri Pengolahan Nikel

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:45
Limbah-Serbuk
Ekonomi

PLN EPI Beri Kepastian Pasar Biomassa, Dorong Investasi dan Lapangan Kerja Hijau

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:05
Daging
Ekonomi

Harga Daging Sapi Sedikit di Atas HAP, Bapanas Siapkan Langkah Stabilisasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:42
mendag
Ekonomi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3196 shares
    Share 1278 Tweet 799
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1304 shares
    Share 522 Tweet 326
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2831 shares
    Share 1132 Tweet 708
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.