INDOPOSCO.ID – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf meminta adanya perbaikan kapasitas tenda jemaah Indonesia di Arafah. Kepastian itu diambil setelah ia meninjau langsung kesiapan layanan menjelang puncak ibadah haji di Armuzna.
“Kami ingin memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan tempat yang layak dan nyaman saat puncak haji nanti. Karena itu, semua temuan hari ini akan segera kami tindak lanjuti,” kata Irfan Yusuf dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan selisih kapasitas pada sejumlah tenda. Salah satunya, tenda yang seharusnya menampung 350 jemaah hanya tersedia 332 tempat, sehingga berpotensi menimbulkan kekurangan ruang istirahat jika terjadi di banyak titik.
Ia menegaskan pihaknya tidak ingin kejadian serupa kembali terulang seperti tahun sebelumnya, ketika keterbatasan kapasitas tenda berdampak pada layanan jemaah.
“Kami akan hitung semuanya secara manual dan detail. Jangan sampai ada jemaah yang tidak mendapatkan tempat,” ujar Irfan Yusuf.
Selain di Arafah, pemeriksaan serupa bakal digelar di Mina mengingat jemaah akan tinggal lebih lama di lokasi tersebut. Oleh karena itu, Tim PPIH diminta segera menyelesaikan segala kekurangan yang ada dalam beberapa hari mendatang.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan seluruh pengaturan tenda, pembagian kloter, hingga pergerakan jemaah sepenuhnya berada di bawah kendali PPIH.
Maka itu, KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) diminta tidak lagi melakukan pengaturan secara mandiri di lapangan. “Seluruh pengaturan dilakukan terpusat oleh PPIH agar layanan lebih tertib dan terukur,” imbuhnya. (dan)










