INDOPOSCO.ID – Kunjungan kerja Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, ke Fredericton, Provinsi New Brunswick, Kanada pada 19-20 Mei 2026 membawa angin segar bagi kerja sama sektor tenaga kesehatan Indonesia-Kanada.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara KP2MI dan Departemen Kesehatan Provinsi New Brunswick yang disepakati pada pertengahan 2025 silam. Seiring meningkatnya kebutuhan layanan, tenaga kesehatan, serta pertumbuhan fasilitas kesehatan baru, kebutuhan tenaga kesehatan terampil turut meningkat dan Indonesia dilihat sebagai salah satu penyedia potensial.
“New Brunswick membutuhkan tenaga kerja terampil sektor kesehatan. Kesempatan kerjasama ini dapat membawa perawat yang kompeten dari Indonesia untuk bekerja di sektor kesehatan dan pelayanan warga lanjut usia di New Brunswick,” ujar Menteri Kesehatan New Brunswick, John Dornan.
Letnan Gubernur New Brunswick Hon. Louise Imbeault dan sejumlah menteri yang hadir dalam pertemuan melihat kerjasama tersebut sebagai langkah positif Indonesia dan Kanada menuju cakupan yang lebih luas. Menteri Imigrasi New Brunswick, Jean-Claude D’Amours optimistis terdapat prospek kolaborasi lebih lanjut dengan Indonesia di New Brunswick, utamanya pada sektor layanan kesehatan, pendidikan, dan konstruksi.
Pada kunjungan ini, Dubes Muhsin juga melakukan pertemuan dengan perwakilan 2 grup perusahaan fasilitas kesehatan terkemuka di New Brunswick, yaitu Horizon Health Network di Dr. Everett Chalmers Regional Hospital, dan Shannex di Niall & Medley Hall Nursing Home. Kepada Departemen Kesehatan dan kedua perusahaan tersebut, Dubes RI sampaikan agar kiranya New Brunswick dapat menjadi rumah dan tempat kerja yang aman dan nyaman bagi perawat Indonesia yang ditempatkan di sama.
“Kerja sama ini membuka peluang baru bagi tenaga profesional Indonesia dan bentuk kontribusi Indonesia dalam mendukung sektor kesehatan di Kanada.” ujar Dubes Muhsin.
Kesepakatan antara KP2MI dan Provinsi New Brunswick di bidang tenaga kerja kesehatan ini diharapkan dapat segera masuk fase rekrutmen pada musim gugur 2026 dan pengiriman angkatan pertama pada semester pertama tahun 2027.
Untuk mendukung kesepakatan tersebut, Dubes Muhsin juga turut menjajaki potensi kolaborasi peningkatan SDM tenaga perawat Indonesia dengan Universitas New Brunswick. Dalam beberapa waktu terakhir, UNB telah melakukan kolaborasi dengan sejumlah universitas dari negara lain dan membuka peluang kerjasama serupa dengan lembaga pendidikan perawat Indonesia.
Selain untuk tindak lanjut kesepakatan tersebut, kunjungan ini turut dimanfaatkan untuk menjajaki kerjasama di bidang-bidang lain. Pada sektor energi terbarukan, pertemuan dengan NB Power dan peninjauan Centre for Nuclear Energy Research UNB memberikan kesempatan tukar pikiran pemanfaatan energi nuklir untuk pemenuhan kebutuhan listrik yang telah dicanangkan oleh Pemerintah RI.
Pada sektor perdagangan, pertemuan dengan Kamar Dagang Fredericton membahas peluang perdagangan dan investasi baru yang memanfaatkan momentum Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Kanada (ICA-CEPA) yang ditandatangani pada September 2025.(bro)










