INDOPOSCO.ID – Layanan transportasi jemaah haji Indonesia di Makkah kembali menjadi perhatian serius Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI. Di tengah membludaknya aktivitas jemaah menjelang fase puncak ibadah, persoalan armada bus hingga jauhnya akses menuju Masjidil Haram kini menjadi sorotan utama.
Anggota Timwas Haji DPR RI, Andre Rosiade, turun langsung meninjau kesiapan layanan di kawasan pemondokan Al-Hidayah, Rabu (20/5/2026). Dalam pengawasan tersebut, Andre menagih realisasi komitmen penyediaan 60 armada bus yang sebelumnya dijanjikan untuk mendukung mobilitas ribuan jemaah Indonesia.
“Dari awal pihak pemilik gedung dan Kementerian sudah berjanji bahwa akan ada 60 bus: 30 bus standby di Al-Hidayah, dan 30 bus standby di (Masjidil) Haram. Ini yang mau kita cek pertama kali soal kesiapannya, karena ini melayani ribuan jemaah,” tegas Andre.
Tak hanya jumlah armada, Timwas DPR juga menaruh perhatian besar terhadap kenyamanan akses jemaah menuju Masjidil Haram. Sejumlah laporan yang diterima menyebutkan jemaah harus berjalan kaki cukup jauh dari terminal bus menuju area masjid, bahkan disebut mencapai sekitar tiga kilometer.
Kondisi tersebut dinilai dapat menguras tenaga jemaah, terutama menjelang rangkaian ibadah puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Karena itu, Andre memastikan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung guna mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
“Kita akan mengecek ke terminalnya, berapa sih jarak riil terminal ke (Masjidil) Haram? Jangan sampai jemaah merasa kecapekan, karena ini nanti bisa mengganggu persiapan puncak haji, yaitu wukuf di Arafah,” jelas Andre.
Menurutnya, evaluasi cepat harus dilakukan agar pelayanan transportasi tidak menjadi hambatan bagi jemaah dalam menjalankan ibadah. DPR RI pun telah menyiapkan agenda koordinasi bersama kementerian dan para pemangku kepentingan untuk membahas berbagai temuan selama pengawasan.
“Setelah kita belanja masalah, kita akan rapat dengan kementerian dan seluruh pihak stakeholder pada tanggal 24 mendatang. Jadi sebelum wukuf nanti, atau sebelum jemaah berangkat untuk Tarwiyah, kita lakukan evaluasi dan perbaikan segera,” tambahnya.
Langkah pengawasan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci, khususnya menghadapi momentum paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.(her)










