INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong menilai pidato Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait KEM dan PPKF RAPBN 2027, Rabu (20/05/2026) yang memberikan penghormatan dan terima kasih kepada PDIP dan Megawati merupakan pesan politik yang sangat penting bagi demokrasi Indonesia.
Bahtra Banong menegaskan pidato Presiden Prabowo tersebut menjadi jawaban paling nyata terhadap berbagai tudingan yang selama ini mencoba membangun stigma bahwa Prabowo anti-demokrasi atau memiliki watak militeristik hanya karena berasal dari latar belakang militer dan sejarah politik masa lalu.
“Pidato Presiden kemarin menunjukkan kualitas kenegarawanan yang sangat kuat. Beliau tidak hanya menghormati oposisi, tetapi juga mengakui secara terbuka bahwa demokrasi membutuhkan check and balances. Ini adalah pernyataan yang sangat demokratis dan konstitusional, dan harus menjadi contoh bagi para tokoh bangsa,” ujar Bahtra dalam keterangannya, Kamis (21/05/2026)
Menurut Bahtra, seorang pemimpin yang otoriter tidak mungkin memberikan penghormatan terbuka kepada partai di luar pemerintahan, apalagi mengapresiasi peran oposisi sebagai bagian penting dalam menjaga demokrasi.
“Kalau ada pemimpin yang anti-demokrasi, biasanya oposisi dianggap ancaman. Tetapi Presiden Prabowo justru mengatakan bahwa keberadaan PDIP di luar pemerintahan perlu dihormati. Artinya beliau memahami bahwa demokrasi tidak harus seragam, tidak harus semua masuk pemerintah,” jelasnya.
Politisi Gerindra ini juga menilai pernyataan Presiden Prabowo kepada Megawati menunjukkan karakter kepemimpinan yang dewasa, rendah hati, dan mengedepankan rekonsiliasi nasional di atas rivalitas politik.
“Pak Prabowo menunjukkan bahwa perbedaan politik tidak menghapus rasa hormat dan persaudaraan kebangsaan. Apalagi keduanya punya histori persahabatan yang kuat. Artinya beliau mengajarkan bahwa politik harus dijalankan dengan etika, penghormatan, dan jiwa besar,” katanya.
Lebih lanjut, Bahtra menegaskan bahwa publik harus melihat Presiden Prabowo secara objektif berdasarkan tindakan dan kepemimpinannya hari ini, bukan terus terjebak pada stigma lama yang dibangun secara politis oleh pihak tertentu.
“Hari ini Presiden Prabowo menunjukkan kepemimpinan yang inklusif, terbuka terhadap kritik, menghormati oposisi, dan mengutamakan persatuan nasional. Itu semua justru merupakan esensi utama dari demokrasi,” tegasnya.
Dan yang paling utama kata Bahtra adalah Presiden Prabowo sedang melakukan konsolidasi Nasional untuk mewujudkan agenda ekonomi nasional.
“Target besar seperti swasembada pangan, hilirisasi, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi membutuhkan stabilitas politik serta kerukunan antar pemimpin bangsa meskipun berbeda pandangan politik,” tutupnya. (dil)









