INDOPOSCO.ID – Lembaga riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memproyeksikan jumlah sapi kurban pada tahun 2026 bakal turun sekitar 10.170 ekor dan kambing/domba turun 3.430 ekor dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi itu turut berdampak pada potensi distribusi daging kurban yang menurun sekitar 1,85 ribu ton.
Menurut peneliti IDEAS Tira Mutiara, perubahan pola tersebut menunjukkan adanya penyesuaian perilaku konsumsi masyarakat di tengah tekanan ekonomi domestik.
“Masyarakat tetap berupaya mempertahankan ibadah kurban, tetapi cenderung memilih hewan dengan harga yang lebih terjangkau. Ini terlihat dari meningkatnya permintaan kambing dan domba dengan bobot 40 kilogram dan 20 kilogram,” kata Tiara dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Ia menilai pergeseran tersebut menjadi sinyal awal bahwa daya beli masyarakat mulai mengalami tekanan akibat kenaikan harga pangan, biaya hidup, serta harga ternak dalam beberapa tahun terakhir.
Di samping itu, ia memperkirakan potensi ekonomi kurban nasional pada 2026 mencapai Rp26,89 triliun. Nilai tersebut berasal dari sekitar 1,90 juta rumah tangga pekurban dengan estimasi total hewan kurban sebanyak 1,59 juta ekor.
Berdasarkan proyeksi IDEAS, jumlah hewan kurban tersebut terdiri atas 493,18 ribu ekor sapi dan 1,09 juta ekor kambing/domba. Dari total itu, potensi distribusi daging kurban diperkirakan mencapai 99,29 ribu ton.
Ia menjelaskan, estimasi tersebut dihitung menggunakan pendekatan jumlah penduduk Muslim dengan tingkat pengeluaran di atas lima kali garis kemiskinan kabupaten/kota sebagai proksi kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk berkurban.
“Simulasi juga mempertimbangkan preferensi jenis dan bobot hewan kurban, mulai dari sapi utuh hingga skema patungan 1/7 sapi serta kambing dan domba dengan berbagai kategori bobot,” ujar Tira.
Meski nilainya masih besar, proyeksi ekonomi kurban 2026 menunjukkan pelemahan dibandingkan 2025 yang mencapai Rp27,10 triliun. Penurunan diperkirakan terjadi akibat berkurangnya jumlah rumah tangga pekurban serta menurunnya preferensi masyarakat terhadap hewan berbobot besar. (dan)










