INDOPOSCO.ID – Tim Pengawas Haji DPR RI menemukan dugaan praktik pungutan liar (pungli) layanan kursi roda hingga penawaran “city tour” ilegal yang diduga melibatkan oknum tenaga musiman (Temus) di kawasan Masjidil Haram.
Temuan tersebut diungkap Anggota Timwas Haji DPR RI, Selly Andriany Gantina, usai melakukan pengawasan langsung di area Sa’i.
Menurut Selly, dugaan pungli terungkap saat tim berdialog dan memantau kinerja Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Masjidil Haram. Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, dan tenaga kesehatan melaporkan adanya oknum tenaga musiman yang meminta bayaran tidak resmi kepada jemaah untuk penggunaan fasilitas kursi roda.
“Mereka berhasil menemukan adanya oknum dari petugas atau tenaga musiman yang ternyata melakukan pengambilan pungutan kursi roda. Tentu ini menjadi bahan evaluasi kami di DPR RI,” tegas Selly, sebagaimana dikutip dari laman DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Timwas Haji DPR juga menyoroti sistem rekrutmen tenaga musiman pendukung haji tahun ini. Selly menyebut jumlah tenaga musiman yang direkrut pemerintah mencapai sekitar 1.100 orang, yang mayoritas berasal dari warga negara Indonesia yang menetap di Arab Saudi serta kalangan mahasiswa.
Selain dugaan pungli kursi roda, Timwas DPR juga tengah mendalami kemungkinan adanya kerja sama antara oknum tenaga musiman dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
“Evaluasinya adalah apakah mereka ini bekerja sama dengan oknum-oknum dari KBIHU untuk melakukan upaya pembadalan (badal haji), rekrutmen pungutan uang dari kursi roda, dan yang paling menarik adalah mereka juga melakukan penawaran city tour,” ujar Selly.
Praktik penawaran paket jalan-jalan atau city tour ilegal tersebut dinilai sangat disayangkan karena bertentangan dengan imbauan pemerintah menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menurut Selly, para jemaah seharusnya difokuskan untuk menjaga kondisi fisik dan beristirahat di pemondokan agar tetap sehat saat menjalani rangkaian ibadah puncak haji.
“Padahal sudah ada imbauan menjelang puncak Armuzna para jemaah harus menjaga kesehatan mereka,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Selly memastikan seluruh temuan tersebut akan dibahas dalam rapat bersama Amirul Hajj dan kementerian terkait guna dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelayanan haji tahun ini.
“Tentu ini nanti akan kami sampaikan pada saat rapat dengan Amirul Hajj maupun dengan pihak kementerian terkait,” pungkasnya.(dil)










