INDOPOSCO.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur I resmi memberikan fasilitas kawasan berikat kepada PT Tri Sakti Purwosari Makmur (TSPM) untuk mendukung perluasan pabrik perusahaan tersebut di Pasuruan, Rabu (20/5/2026). Persetujuan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, Rusman Hadi, mengatakan bahwa perusahaan penerima fasilitas harus mampu memanfaatkan kemudahan fiskal dan prosedural secara optimal serta tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.
“Diharapkan dengan fasilitas kawasan berikat ini, perusahaan mampu bersaing lebih kompetitif di pasar global dan tentunya meningkatkan perekonomian masyarakat umum di sekitar perusahaannya,” ujarnya.
Kawasan berikat merupakan bentuk kemudahan kepabeanan berupa penangguhan pembayaran bea masuk dan pajak atas impor bahan baku, dengan ketentuan hasil produksinya ditujukan untuk ekspor. Melalui fasilitas tersebut, perusahaan diharapkan dapat menekan biaya produksi dan memperkuat daya saing usaha di pasar global.
Pemberian fasilitas ini kepada PT TSPM dinilai akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Perusahaan tersebut tercatat memiliki komitmen investasi lebih dari Rp6,1 triliun untuk pengembangan pabrik barunya di Pasuruan.
Selain itu, PT TSPM juga menargetkan perluasan pasar ekspor melalui produksi Tembakau Iris (TIS) dan Sigaret Putih Mesin (SPM). Negara tujuan ekspor yang dibidik meliputi Taiwan, Mongolia, Korea Selatan, Rusia, Turki, hingga Nigeria. Perusahaan memproyeksikan nilai ekspor dapat mencapai USD464 juta pada tahun 2028.
Dari sisi ketenagakerjaan, perluasan usaha tersebut diperkirakan mampu menyerap hingga 666 tenaga kerja baru dari wilayah Pasuruan dan sekitarnya. Kehadiran investasi ini diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah.
“Kami berharap pemberian fasilitas kawasan berikat dapat menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif serta mendukung kelancaran arus barang untuk memperkuat industri nasional berorientasi ekspor,” pungkas Rusman. (srv)










