• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

426 Anak Jadi Korban, KPAI Ungkap Tren Kasus Mengkhawatirkan di 2026

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 19 Mei 2026 - 10:20
in Nasional
kekerasan anak

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat tingginya laporan kasus yang melibatkan anak sepanjang empat bulan pertama 2026. Dari Januari hingga April, lembaga tersebut menerima total 426 kasus dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ketua KPAI, Aris Adi Leksono mengungkapkan, ratusan laporan itu masuk melalui beragam jalur pengaduan, mulai dari chatbot, surat elektronik, telepon, hingga laporan langsung ke kantor KPAI.

BacaJuga:

KKP Berhasil Hapus Hambatan Ekspor Rajungan ke Pasar AS

Di Raker DPR, Maman Abdurrahman Paparkan Capaian UMKM dari Pembiayaan hingga Ekspor

Kampus Jadi Kunci Transformasi ASN Digital, Ini Pesan Menteri PANRB

“Berdasarkan data pengaduan KPAI periode Januari-April 2026, tercatat sebanyak 301 orang mengakses layanan pengaduan melalui berbagai kanal seperti chatbot, email, surat, telpon maupun datang langsung ke kantor KPAI, dengan total 426 kasus,” ujar Aris di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Mayoritas laporan yang diterima langsung mendapatkan pendampingan awal berupa psikoedukasi. Tercatat sebanyak 403 kasus ditangani melalui layanan tersebut, sementara 23 kasus lainnya membutuhkan tindak lanjut lebih mendalam seperti pengawasan lapangan, mediasi, case conference, hingga koordinasi lintas lembaga.

Sebaran laporan datang dari sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Aceh, Jawa Timur, hingga Sumatera Utara. Kondisi ini menunjukkan persoalan perlindungan anak masih menjadi pekerjaan besar di banyak daerah.

KPAI membagi laporan yang diterima ke dalam dua kelompok utama. Pada klaster pemenuhan hak anak, persoalan yang banyak muncul berkaitan dengan kebijakan pendidikan, kesehatan dasar, kesejahteraan, hingga hak anak dalam memanfaatkan waktu luang dan kegiatan budaya.

Di sisi lain, klaster perlindungan khusus anak didominasi kasus yang lebih serius. Mulai dari kekerasan fisik dan psikis, kejahatan seksual terhadap anak, pornografi, cyber crime, hingga anak yang berhadapan dengan hukum sebagai pelaku.

“Pada data pengaduan, kasus terbagi dalam dua klaster, yaitu pemenuhan hak anak sebanyak 261 kasus dan perlindungan khusus anak sebanyak 165 kasus,” tambahnya.

Lonjakan laporan ini menjadi sinyal bahwa ancaman terhadap anak kini tidak hanya hadir di lingkungan sekitar, tetapi juga merambah ruang digital yang semakin sulit dikendalikan. (her)

Tags: kekerasan pada anakKPAI

Berita Terkait.

kkp
Nasional

KKP Berhasil Hapus Hambatan Ekspor Rajungan ke Pasar AS

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:11
Di Raker DPR, Maman Abdurrahman Paparkan Capaian UMKM dari Pembiayaan hingga Ekspor
Nasional

Di Raker DPR, Maman Abdurrahman Paparkan Capaian UMKM dari Pembiayaan hingga Ekspor

Senin, 18 Mei 2026 - 23:47
Indonesia Tambah Deretan Alutsista Modern, Prabowo Soroti Pentingnya Efek Penangkal
Nasional

Kampus Jadi Kunci Transformasi ASN Digital, Ini Pesan Menteri PANRB

Senin, 18 Mei 2026 - 23:23
Armada Kemanusiaan Gaza Dicegat Israel, Satu Jurnalis Asal Indonesia Turut Ditahan
Nasional

Wamenkop Ajak Mahasiswa UNNES Jadi Penggerak KDKMP

Senin, 18 Mei 2026 - 23:03
Indonesia Tambah Deretan Alutsista Modern, Prabowo Soroti Pentingnya Efek Penangkal
Nasional

Indonesia Tambah Deretan Alutsista Modern, Prabowo Soroti Pentingnya Efek Penangkal

Senin, 18 Mei 2026 - 22:30
Indonesia Tambah Deretan Alutsista Modern, Prabowo Soroti Pentingnya Efek Penangkal
Nasional

Pidato soal Dolar AS Panen Kritikan, Ini Pembelaan KSP

Senin, 18 Mei 2026 - 21:53

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2702 shares
    Share 1081 Tweet 676
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    967 shares
    Share 387 Tweet 242
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    815 shares
    Share 326 Tweet 204
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.