INDOPOSCO.ID – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman angkat bicara soal banjir kritik terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto soal dolar AS. Hal itu dinilai blak-blakan, seraya menyebut hanya masalah perbedaan perspektif.
“Ya, kalau mau negatif itu kan tergantung sudut pandangnya kalau menurut saya. Beliau mengatakan niatnya baik ya,” kata Dudung usai menghadiri acara peluncuran Gerakan Nasional Migran Aman di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, pihak yang berpikiran negatif akan selalu bisa mencari celah keburukan dari hal positif sekalipun. Prabowo ditegaskannya sama sekali tidak memiliki prasangka buruk kepada siapa pun, terutama kepada masyarakat.
“Kalau orang berpandangan negatif ya gampang, semua yang positif bisa dibuat negatif. Saya rasa beliau tidak ada berpikiran yang negatif kepada siapa pun, apalagi kepada masyarakat,” ujar Dudung.
Ia mengajak semua pihak menyimak dan memahami gaya pidato Prabowo dengan bijak. Ia mengakui bahwa gaya pidato dari orang nomor satu di Indonesia itu memang kerap berbicara apa adanya, namun masyarakat diminta tidak berprasangka buruk.
“Ya kita simak ya, kita pahami lah. Artinya bahwa beliau memang sering ceplas-ceplos apa adanya memang beliau itu. Tetapi kita sikapi untuk tidak berpikir negatif,” ucap Dudung.
Ia meminta semua pihak tidak membesar-besarkan masalah pidato Presiden, karena ia yakin bangsa yang besar itu digerakkan oleh niat-niat yang baik.
“Saya yakin bangsa ini sangat besar ya, tidak harus kemudian hal-hal yang kemudian dibesar-besarkan, tapi pasti akan ada niat yang baik,” imbuhnya.
Pidato Prabowo yang ceplas-ceplos dan menuai reaksi negatif terjadi dalam beberapa kesempatan. Salah satunya adalah saat dia mempersilakan pihak-pihak pesimistis dan terus menyebarkan narasi negatif untuk pergi meninggalkan Indonesia, dengan menyebut negara Yaman. Hal serupa juga terjadi baru-baru ini, saat Prabowo menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (dan)









