INDOPOSCO.ID — Aktivitas ekonomi dan layanan publik di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra menunjukkan pemulihan bertahap yang signifikan. Pemerintah mencatat sejumlah indikator pemulihan telah kembali ke level operasional normal di berbagai sektor.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa tanda-tanda pemulihan ekonomi masyarakat kini mulai terlihat secara terukur. Ia menegaskan bahwa pemulihan tersebut sudah menunjukkan tren positif di lapangan.
Pemulihan terlihat antara lain dari kembali beroperasinya pasar rakyat di wilayah terdampak. Dari total 210 pasar rakyat, sebanyak 196 pasar atau 93,3 persen telah kembali beroperasi. Di Aceh, 114 dari 127 pasar atau sekitar 89 persen sudah aktif kembali. Sementara itu di Sumatra Utara, 56 dari 57 pasar atau 98,2 persen telah beroperasi, dan di Sumatra Barat seluruh 26 pasar rakyat telah kembali normal. Meski demikian, masih terdapat 13 pasar di Aceh dan satu pasar di Sumatra Utara yang belum beroperasi penuh.
Pemulihan ekonomi juga tercermin dari aktivitas UMKM berbasis digital. Pemerintah mencatat transaksi e-commerce UMKM di tiga provinsi terdampak pada periode 22 Januari hingga 23 April 2026 mencapai Rp13,2 triliun. Selain itu, sebanyak 193.703 debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terdampak bencana dengan total outstanding Rp11,22 triliun telah teridentifikasi per 10 Maret 2026. Data ini menjadi dasar penyusunan kebijakan restrukturisasi kredit serta pendampingan usaha bagi pelaku UMKM.
Di sektor sosial dan keagamaan, pemulihan juga terus berjalan. Sebanyak 1.558 dari 1.593 rumah ibadah atau 97,8 persen telah kembali beroperasi. Pemerintah melalui Kementerian Agama turut menyalurkan bantuan rehabilitasi masjid dan musala senilai Rp5 miliar untuk 132 unit rumah ibadah, dengan dua unit di Sumatra Utara masih dalam proses penyaluran akibat relokasi ke lokasi yang lebih aman.
Selain itu, layanan dasar seperti rumah sakit, puskesmas, sekolah, listrik, dan BTS dilaporkan hampir sepenuhnya pulih, sementara konektivitas antarwilayah telah kembali tersambung. Pemerintah menyebut secara keseluruhan terdapat empat capaian utama yang telah dirasakan masyarakat terdampak, yaitu kepastian ekonomi keluarga melalui bantuan keuangan senilai lebih dari Rp1,42 triliun, pemulihan layanan dasar, kembalinya konektivitas nasional, serta bangkitnya aktivitas ekonomi yang ditandai oleh pulihnya pasar rakyat dan meningkatnya transaksi UMKM.
“Secara keseluruhan, ada empat capaian mendasar yang sudah dirasakan masyarakat terdampak,” kata Qodari.(srv)









