INDOPOSCO.ID – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) serta Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk memperkuat tata kelola pemilu ke depannya di Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan, untuk penandatanganan dengan KPP DEM, KPU guna memperkuat transparansi informasi dan literasi demokrasi di Indonesia. Kerja sama ini pun dinilainya menjadi langkah bersejarah karena untuk pertama kalinya KPU menjalin kolaborasi intens dengan kelompok jurnalis yang fokus pada isu kepemiluan.
“Dukungan penyampaian informasi dari teman-teman Koalisi Pewarta Pemilu sangat luar biasa. Apa yang terjadi di KPU ini, gelas pecah saja jadi berita, apalagi lebih dari itu,” ujar Afif.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat penyebaran informasi seputar pemilu dan pilkada secara lebih luas, tidak hanya berfokus pada pemberitaan negatif, tetapi juga aspek positif penyelenggaraan demokrasi.
“Good news is news. Berita baik tentang pemilu juga penting,” tambahnya.
Afif juga menyebut kerja sama ini akan ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian teknis (PKS) agar implementasi di lapangan berjalan lebih efektif.
Lalu, untuk MoU dengan BP2MI dan ANRI, ucap Afif, untuk memperkuat tata kelola informasi dan dokumentasi kepemiluan. “Seperti diketahui, di pemilu yang lalu kita temui terjadi masalah dalam pemilihan di luar negeri, khususnya di Malaysia. Semoga melalui kerja sama dengan BP2MI, permasalahan ini tidak terjadi di pemilu berikutnya. Dan untuk ANRI, kita dulu menjalani pemilu dari tahun ke tahun, mulai dari kotak kayu hingga kotak kardus. Dan ini terarsip hingga saat ini,” terangnya.
“Sehingga kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pemilu yang transparan, akuntabel, dan semakin dipercaya public,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua KPP DEM Achmad Satryo Yudhantoko menegaskan bahwa MoU ini merupakan komitmen untuk terus mengawal proses demokrasi di Indonesia melalui kerja sama dengan KPU RI.
Ia juga mengapresiasi keterbukaan KPU yang selama ini memberikan akses informasi tanpa membedakan media, baik arus utama maupun media kecil.
“Alhamdulillah KPU selalu membuka ruang bagi kawan-kawan jurnalis tanpa membeda-bedakan,” ujarnya yang juga berharap kolaborasi ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas demokrasi dan memperbaiki indeks demokrasi Indonesia di mata dunia. (dil)











