• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pemerintah: Kanal Debottlenecking Jadi Senjata Baru Bereskan Hambatan Investasi

Nasuha Editor Nasuha
Selasa, 12 Mei 2026 - 23:23
in Ekonomi
purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menjadi keynote speech dalam International Seminar on Debottlenecking Channel di kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Foto: Dok. Kementerian Keuangan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah terus mempercepat realisasi investasi dengan memangkas berbagai hambatan bisnis melalui pendekatan yang lebih praktis dan transparan. Salah satu langkah utamanya dilakukan lewat Kanal Debottlenecking yang dijalankan Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3-MPPE).

Inisiatif tersebut diperkenalkan lebih luas dalam International Seminar on Debottlenecking Channel di kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Seminar bertema “Resolving Bottleneck, Accelerating Investment” itu digelar bersama oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, dan Satgas P3-MPPE.

BacaJuga:

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7 Persen

Harga Nikel Bergejolak, JLMI Andalkan Strategi Blending dan Efisiensi

Mengukur Daya Saing Investasi Sektor Minyak dan Gas Indonesia

Melalui forum ini, pemerintah menegaskan komitmennya memperbaiki iklim investasi sekaligus memperkuat kepastian hukum. Kanal Debottlenecking dirancang untuk menangani beragam hambatan usaha, mulai dari perizinan, regulasi, perpajakan, logistik, infrastruktur, hingga koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai peningkatan investasi dan keterlibatan sektor swasta menjadi syarat penting agar ekonomi Indonesia tumbuh lebih kuat di tengah tekanan global.

“Oleh karena itu, iklim usaha yang lebih baik, kebijakan investasi yang kredibel, kerangka hukum yang kuat, serta konsistensi penegakan aturan menjadi kunci dalam meningkatkan partisipasi sektor swasta di Indonesia,” kata Purbaya.

Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut masih perlu diperkuat melalui mekanisme yang lebih sederhana dan terbuka agar kepercayaan investor tetap terjaga.

“Pembentukan kanal Debottlenecking merupakan salah satu pendekatan praktis untuk mewujudkan kondisi tersebut,” jelasnya.

Purbaya menyebut pendekatan ini lebih efektif karena solusi disusun langsung dari persoalan riil yang dihadapi pelaku usaha.

“Saya mendengar langsung dari sektor swasta apa yang menjadi permasalahan mereka, dan kami menyelesaikannya. Pada akhirnya, kami juga akan memperbaiki regulasi yang ada sesuai kebutuhan,” tutur Purbaya.

“Menurut saya, itulah pendekatan yang lebih baik, yang akan memberikan hasil lebih cepat dan lebih nyata, karena kita menangani masalah yang sesungguhnya dihadapi oleh dunia usaha di negeri ini,” tambahnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno dalam kesempatan yang sama menyoroti pentingnya diplomasi ekonomi di tengah perubahan lanskap global, termasuk fenomena weaponization of economic relations.

Menurut Havas, persaingan antarnegara kini tidak lagi hanya soal insentif atau ketersediaan lahan investasi, melainkan juga kemampuan membangun kepercayaan dan kepastian hukum.

“Indonesia saat ini tidak hanya bersaing dalam aspek lahan, insentif pajak, maupun fasilitas investasi semata, tetapi juga dalam membangun kepercayaan, kapasitas, efisiensi, ketahanan (resilience), kepastian hukum serta strategi investasi yang kredibel dan berkelanjutan,” ucap Havas.

Ia menegaskan, isu investasi dan perdagangan kini menjadi bagian penting dalam diplomasi Indonesia. Karena itu, perwakilan RI di luar negeri didorong lebih aktif memfasilitasi investasi masuk maupun keluar, termasuk membantu penyelesaian hambatan investasi.

“Dalam kaitan ini, peran Perwakilan Indonesia di luar negeri sangat krusial dalam memfasilitasi investasi, baik menuju (Inbound Investment) maupun dari Indonesia (Outbound Investment), termasuk menerima pengaduan hambatan investasi dan memfasilitasi penyelesaian masalah investasi,” terang Havas.

Keberadaan Satgas P3-MPPE juga dinilai dapat memperkuat koordinasi pemantauan investasi potensial dari berbagai negara.

“Diskusi yang berlangsung pada seminar ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas Perwakilan RI dalam menelusuri pergerakan investasi potensial secara lebih terarah dan terkoordinasi,” tambahnya.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang membahas reformasi perizinan, perpajakan, kepabeanan, logistik, akses energi, hingga penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mendukung kepastian berusaha.

Pemerintah juga menampilkan simulasi penanganan kasus investasi melalui Kanal Debottlenecking. Demonstrasi itu memperlihatkan bagaimana koordinasi lintas instansi dilakukan untuk mempercepat penyelesaian hambatan yang dihadapi investor dan pelaku usaha.

Melalui langkah ini, pemerintah ingin memastikan iklim investasi Indonesia semakin responsif, adaptif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta inklusif. (her)

Tags: investasiKanal DebottleneckingMenkeuMPPEPurbayaSatgas P3

Berita Terkait.

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7 Persen
Ekonomi

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7 Persen

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:04
jiu
Ekonomi

Harga Nikel Bergejolak, JLMI Andalkan Strategi Blending dan Efisiensi

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:35
ipa
Ekonomi

Mengukur Daya Saing Investasi Sektor Minyak dan Gas Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:55
pgn
Ekonomi

Lewat Batik, PGN Dorong Ekonomi Inklusif untuk UMKM dan Anak Disabilitas

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:45
bca
Ekonomi

Kinerja Positif di 2025, Premi Tembus Rp2 Triliun saat Industri Asuransi Turun

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:36
Perkuat Pertahanan Ekonomi, DPR RI Siapkan Pembahasan APBN 2027
Ekonomi

Perkuat Pertahanan Ekonomi, DPR RI Siapkan Pembahasan APBN 2027

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:02

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    721 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    675 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.