• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR Ingatkan Ancaman Hantavirus Nyata, Desak Pemerintah Terapkan One Health System

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 11 Mei 2026 - 17:07
in Nasional
Antivirus

ilustrasi Hantavirus. Foto: Getty Images

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Meningkatnya perhatian dunia terhadap wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menjadi alarm serius bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, meminta pemerintah dan masyarakat tidak meremehkan ancaman penyakit zoonosis tersebut.

Kasus hantavirus terbaru menjadi sorotan setelah World Health Organization melakukan pemantauan terhadap wabah Andes virus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina. Dalam insiden tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya masuk kategori suspect.

BacaJuga:

Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo

Revitalisasi 401 Sekolah di Bali, Mendikdasmen: Benahi Gedung dan Serap Tenaga Kerja

Analis Minta Prabowo Koalisi dengan Rakyat Kritis, Jangan Asyik dengan Kekuasaan Sendiri

Meski dua warga Singapura yang sempat berada di kapal dinyatakan negatif setelah menjalani karantina dan pemeriksaan ketat, WHO tetap melakukan pelacakan lintas negara karena Andes virus diketahui sebagai satu-satunya jenis hantavirus yang dapat menular antar manusia.

“Peristiwa di kapal MV Hondius harus menjadi alarm bagi seluruh negara, termasuk Indonesia. Kita tidak boleh menganggap hantavirus sebagai ancaman jauh atau penyakit langka yang tidak relevan bagi Indonesia,” kata Edy dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu, Indonesia memiliki risiko cukup tinggi terhadap penyebaran hantavirus karena tingginya kepadatan penduduk, urbanisasi cepat, persoalan sanitasi lingkungan, serta populasi tikus di kawasan permukiman.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir terdapat sedikitnya 23 kasus hantavirus jenis Seoul Virus di Indonesia dengan manifestasi Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Dari jumlah tersebut, 20 pasien dinyatakan sembuh, sementara tiga lainnya meninggal dunia akibat penyakit penyerta.

“Ini menunjukkan bahwa hantavirus bukan sekadar ancaman teoritis. Virusnya sudah ada di Indonesia dan kasusnya nyata,” ujar Edy.

Ia menjelaskan bahwa hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui tikus. Penularan dapat terjadi saat seseorang menghirup udara yang terkontaminasi urin, feses, atau air liur tikus.

Edy menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami risiko penularan, terutama saat membersihkan gudang, rumah kosong, atau area dengan banyak kotoran tikus tanpa alat pelindung diri.

Karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat sistem kewaspadaan dini melalui pendekatan One Health System yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain memperluas surveilans penyakit demam akut yang belum terdiagnosis, meningkatkan kapasitas pemeriksaan laboratorium seperti PCR dan serologi, serta memperkuat pengendalian tikus dan sanitasi lingkungan berbasis masyarakat.

“Pencegahan hantavirus tidak cukup hanya mengandalkan layanan rumah sakit. Ini menyangkut lingkungan hidup sehari-hari masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Edy juga meminta edukasi publik diperluas agar masyarakat memahami cara sederhana mencegah penularan, seperti menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang terkontaminasi tikus, menjaga ventilasi ruangan, dan menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat.

“Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi lonjakan kasus besar baru bergerak. Pencegahan jauh lebih murah dan lebih penting dibanding penanganan saat situasi memburuk,” tandasnya.(dil)

Tags: DPR RIEdy WuryantoHantavirusKomisi IX

Berita Terkait.

Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo
Nasional

Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:02
Catwalk Batik di Ottawa, Undang Decak Kagum Warga Kanada
Nasional

Revitalisasi 401 Sekolah di Bali, Mendikdasmen: Benahi Gedung dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:02
Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 
Nasional

Analis Minta Prabowo Koalisi dengan Rakyat Kritis, Jangan Asyik dengan Kekuasaan Sendiri

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:41
Mutasi Mabes Polri: Asep Safrudin Jadi Kabareskrim, Asep Edi Suheri Irwasum
Nasional

DPR Tegaskan Kerugian Negara Rp10 T Kasus MBG Harus Dipulihkan: Kembali ke Piring Anak!

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:14
Mutasi Mabes Polri: Asep Safrudin Jadi Kabareskrim, Asep Edi Suheri Irwasum
Nasional

Mendagri dan Menteri PKP Lepas 125 Truk Genteng SNI, Sukseskan Program Gentengisasi Presiden Prabowo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:15
Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Akhir Pekan
Nasional

JARI 98 Nilai Keberadaan Listyo Sigit di KSP Jaga Stabilitas Nasional

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:24

OLAHRAGA

Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 
Olahraga

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Editor Laurens Dami
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID — Penyerang Timnas Indonesia Mitchell Baker menyamai catatan legenda Timnas Indonesia Iswadi Idris setelah mencetak lima gol ke gawang...

SelengkapnyaDetails
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33
Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3896 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3924 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.