INDOPOSCO.ID – Dunia fotografi panorama kembali bergairah. Epson Asia Tenggara resmi membuka pendaftaran The 17th Epson International Pano Awards 2026, kompetisi fotografi panorama terbesar di dunia yang tahun ini hadir dengan kategori baru bertajuk Aerial atau fotografi udara menggunakan drone.
Kehadiran kategori anyar tersebut diprediksi menjadi magnet baru bagi para fotografer, terutama generasi kreator visual yang kini semakin aktif menghasilkan karya panorama dari sudut pandang udara. Kompetisi ini terbuka bagi fotografer profesional maupun amatir dari seluruh dunia.
Sebagai sponsor utama, Epson menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan fotografi panorama dan para pencerita visual global.
Kurator The Epson International Pano Awards, David Evans, mengatakan kategori Aerial dihadirkan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi fotografi modern yang kini semakin kreatif dan dinamis.
“Saya juga dapat mengumumkan adanya kategori baru, yaitu Aerial, dalam kompetisi Terbuka dan Amatir,” ujar David Evans.
Selain kategori baru tersebut, kompetisi tahun ini tetap mempertandingkan sejumlah kategori favorit seperti Alam dan Lanskap, Lingkungan Buatan dan Arsitektur, hingga VR/360.
Tak hanya prestise internasional, ajang ini juga menawarkan total hadiah lebih dari US$50.000 atau sekitar Rp800 juta. Hadiah tersebut mencakup uang tunai sebesar US$15.000 serta paket hadiah produk bagi para pemenang kategori utama.
David Evans menambahkan, peserta yang mengirimkan lima foto atau lebih selama periode penyerahan awal akan mendapatkan potongan biaya pendaftaran sebesar 20 persen sekaligus berpeluang memenangkan hadiah kurator senilai US$1.000.
Ajang The Epson International Pano Awards sendiri terus berkembang sejak pertama kali digelar pada 2010. Pada penyelenggaraan tahun 2025, kompetisi ini berhasil menarik lebih dari 3.000 karya dari 95 negara.
Asia Tenggara pun mulai menunjukkan dominasinya di ajang internasional tersebut. Tahun lalu, fotografer asal Singapura, William Chua, sukses meraih gelar Southeast Asia Open Photographer of the Year 2025 melalui karya fenomenal bertajuk “Wildebeest” yang menangkap dramatisnya migrasi besar di Kenya.
Sementara itu, fotografer Vietnam, Cao Thi Ngoc Diem, berhasil menjadi finalis melalui karya artistiknya berjudul “Silk of the Sea” yang menampilkan aktivitas pencucian kain sutra di Phu Yen, Vietnam.
Direktur Regional Produk Komersial & Industri Inkjet Epson Asia Tenggara, Hattori Tai, menilai komunitas fotografi Asia Tenggara saat ini menjadi salah satu yang paling dinamis di dunia.
Menurutnya, fotografi panorama menjadi medium kuat untuk merekam perkembangan kota, keindahan alam, hingga keberagaman budaya kawasan Asia Tenggara yang unik dan kaya visual.
“The Epson International Pano Awards memberikan para fotografer kesempatan langka untuk bersaing dengan fotografer terbaik dunia di platform global,” kata Hattori Tai.
Ia juga menegaskan dukungan Epson tidak hanya sebatas penyediaan teknologi cetak untuk pameran karya, tetapi juga membantu fotografer Asia Tenggara memperoleh pengakuan internasional atas karya-karya mereka.
Kompetisi The 17th Epson International Pano Awards 2026 kini resmi dibuka. Masa pengiriman awal berlangsung hingga 22 Juni 2026, sementara batas akhir pengumpulan karya ditutup pada 13 Juli 2026.
Para peserta diwajibkan mengirimkan karya panorama dengan rasio minimal 2:1, baik dalam orientasi lanskap maupun potret.
Informasi lengkap mengenai syarat, kategori lomba, serta proses pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi berikut: https://thepanoawards.com/enter-awards/.(adv)











