INDOPOSCO.ID – Transformasi energi nasional terus menunjukkan arah yang semakin konkret. Di tengah upaya Indonesia mempercepat pengurangan emisi karbon, inovasi co-firing biomassa yang dikembangkan PLN Nusantara Power (PLN NP) kini mendapat pengakuan langsung dari negara.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Keputusan Presiden RI Nomor 126/TK/Tahun 2025 menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Vice President Technology Development PLN Nusantara Power, Ardi Nugroho. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta.
Penghargaan itu diberikan atas kontribusi Ardi dalam pengembangan teknologi co-firing biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Teknologi ini memungkinkan batu bara dicampur dengan biomassa seperti woodchip, serbuk kayu, sekam padi, hingga cangkang sawit sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menilai penghargaan tersebut menjadi simbol keberhasilan inovasi energi yang lahir dari tangan anak bangsa.
“Penghargaan Satyalancana Wira Karya yang diterima Pak Ardi Nugroho menjadi kebanggaan bagi seluruh insan PLN Nusantara Power. Ini mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan melalui co-firing biomassa sebagai solusi nyata untuk menekan emisi karbon, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya lokal,” ujar Ruly dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
PLN NP menjadi perusahaan pionir dalam pengembangan co-firing biomassa di Indonesia. Program tersebut dimulai melalui riset dan pengujian sejak 2018 sebelum akhirnya berhasil diterapkan secara komersial pertama kali di PLTU Paiton pada 10 Juni 2020. Keberhasilan itu kemudian menjadi rujukan bagi berbagai pembangkit lain di Tanah Air.
Kini, implementasi co-firing biomassa telah berjalan secara komersial di 25 PLTU. Bahkan beberapa unit pembangkit berhasil menjalankan skema full biomass firing atau penggunaan biomassa 100 persen, yang dinilai membuka peluang besar bagi energi terbarukan nasional.
Sepanjang 2025, implementasi program tersebut menghasilkan 1.041 GWh energi hijau dan menekan emisi karbon hingga 1,17 juta ton CO₂e. Sementara pada kuartal pertama 2026, PLN NP mencatat produksi energi hijau sebesar 245 GWh dengan penurunan emisi mencapai 286 ribu ton CO₂e.
Tak hanya berdampak pada sektor energi, program co-firing biomassa juga memberi efek ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan limbah pertanian, kehutanan, dan perkebunan yang sebelumnya belum memiliki nilai optimal.
Ardi Nugroho menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim PLN Nusantara Power dan para pemangku kepentingan.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh tim PLN Nusantara Power yang terus berinovasi tanpa henti. Co-firing biomassa adalah bukti bahwa transisi energi dapat dilakukan secara bertahap, inklusif, dan berbasis potensi lokal Indonesia. Kami percaya, langkah ini akan menjadi fondasi penting menuju target Net Zero Emissions 2060,” ungkap Ardi.
Dengan potensi biomassa nasional yang melimpah, PLN Nusantara Power optimistis teknologi co-firing akan terus berkembang sebagai salah satu strategi utama mendukung bauran energi baru terbarukan sekaligus menjaga stabilitas pasokan listrik nasional.(her)











