INDOPOSCO.ID – Ketua Umum Pusat Studi Kebangsaan, Ahmad Hashif Ulwan menyayangkan pernyataan dari Amien Rais terkait isu yang menyasar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
“Isi pernyataan dalam video itu lebih menitikberatkan pada serangan personal (ad hominem) dibandingkan penyampaian gagasan yang substansial,” ungkap Ahmad dalam keterangan, Sabtu (2/5/2026).
Pola komunikasi seperti ini, kata dia tidak mencerminkan tradisi intelektual yang sehat dalam kehidupan demokrasi. “Kami sangat menyayangkan jika ruang publik diisi oleh narasi yang minim gagasan dan tidak memberikan kontribusi konstruktif bagi bangsa,” katanya.
“Kritik seharusnya menjadi sarana untuk memperkaya solusi, bukan sekadar membangun persepsi tanpa dasar yang jelas,” sambungnya.
Ia menegaskan bahwa pernyataan yang beredar tersebut tidak menunjukkan kedalaman analisis maupun tawaran pemikiran yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
“Jika diskursus publik terus bergerak ke arah personalisasi dan menjauh dari substansi, maka yang tergerus adalah kualitas demokrasi kita sendiri,” ujarnya.
“Bangsa ini membutuhkan pemikiran yang membangun, bukan polemik yang tidak produktif,” tambahnya.
Pusat Studi Kebangsaan juga mengingatkan bahwa narasi yang tidak berbasis fakta dan cenderung provokatif berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Dalam situasi kebangsaan yang menuntut persatuan, setiap tokoh publik memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kohesi sosial.
“Publik berhak mendapatkan informasi yang mencerdaskan dan memperkuat persatuan. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, serta mengedepankan etika dan tanggung jawab dalam komunikasi publik,” tegasnya. (nas)











