INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi nasional menyusul kecelakaan kereta di kawasan Bekasi Timur. Ia menegaskan, insiden tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai kesalahan individu, melainkan mencerminkan adanya kelemahan sistem yang perlu segera dibenahi.
“Kejadian ini tidak semata disebabkan oleh individu, tetapi ada persoalan sistem, terutama di perlintasan sebidang yang masih banyak tidak dijaga,” ujar Sudjatmiko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, masih banyak perlintasan sebidang di wilayah penyangga ibu kota seperti Bekasi dan Depok yang belum dilengkapi sistem pengamanan memadai. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko kecelakaan di jalur perkeretaapian yang padat aktivitas.
Sudjatmiko juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur perkeretaapian, termasuk proyek double-double track (DDT), yang dinilai dapat mengurangi potensi gangguan operasional dengan memisahkan jalur kereta komuter dan kereta jarak jauh.
Selain aspek infrastruktur, ia mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Salah satunya melalui integrasi sistem visual di kabin masinis yang terhubung dengan CCTV untuk memantau kondisi lintasan secara real-time.
“Masinis harus bisa mengetahui kondisi di depan secara visual, tidak hanya mengandalkan sistem kontrol dari stasiun,” tegas politisi Fraksi PKB tersebut.
Untuk jangka panjang, Sudjatmiko menilai pembangunan flyover dan underpass menjadi solusi utama dalam mengurangi jumlah perlintasan sebidang, terutama di jalur dengan tingkat kepadatan tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga dalam memperkuat keselamatan transportasi nasional agar insiden serupa tidak kembali terulang.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ini membutuhkan langkah konkret dan kerja sama semua pihak,” pungkasnya.(dil)










