INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto membuka pidatonya di peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dengan nada personal dan penuh refleksi. Di hadapan massa buruh di kawasan Monnas, Prabowo tak sekadar menyampaikan agenda kebijakan, tetapi juga mengungkap kisah hubungan panjangnya dengan kelompok buruh.
Menurutnya, perjalanan politik yang mengantarkannya ke kursi presiden tidak bisa dilepaskan dari dukungan konsisten kalangan pekerja. Ia bahkan menyebut kehadirannya di panggung nasional hari ini sebagai buah dari kepercayaan yang terus diberikan oleh buruh, petani, hingga nelayan.
“Ini kehormatan bagi saya, saya merasa kaum buruh selalu mendukung saya sekian kali,” ujar Prabowo dalam sambutannya saat May Day 2026, di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Ia menegaskan, dukungan tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan energi politik yang nyata. Dalam pandangannya, kemenangan yang diraih saat Pilpres 2024 bukanlah kemenangan individu, melainkan representasi dari harapan kelompok pekerja di seluruh Indonesia.
“Saya merasa jadi Presiden karena dukungan kaum buruh, kaum tani, kaum nelayan, kaum pekerja seluruh Indonesia,” tegasnya.
Momentum ini juga dimanfaatkan Prabowo untuk menegaskan arah pemerintahannya. Ia berjanji akan fokus pada kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil, terutama mereka yang masih berjuang dalam keterbatasan ekonomi.
“Saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia dan terurama mereka yang hidupnya masih sulit,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disambut riuh oleh peserta aksi, menandai harapan besar buruh terhadap realisasi janji-janji pemerintah ke depan. (her)









