INDOPOSCO.ID – Langkah PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam mendorong transisi energi semakin terasa nyata. Lewat strategi cofiring biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), perusahaan ini bukan hanya menjaga pasokan listrik tetap stabil, tetapi juga mulai menggeser wajah energi Indonesia ke arah yang lebih hijau.
Sepanjang 2025, cofiring tak lagi sekadar uji coba. Program ini telah beroperasi secara komersial di 25 PLTU, menjadikannya salah satu inisiatif dekarbonisasi paling konkret di sektor ketenagalistrikan nasional. Hasilnya pun tak main-main: produksi energi hijau menembus 1.041 GWh, sekaligus memangkas emisi hingga 1,17 juta ton CO2e.
Momentum itu berlanjut di awal 2026. Hingga kuartal pertama, PLN NP telah menghasilkan 245 GWh energi hijau, melampaui 14,7 persen dari target tahunan. Dari capaian tersebut, emisi karbon berhasil ditekan hingga 286 juta ton CO2e, mempertegas peran perusahaan sebagai salah satu motor utama dekarbonisasi di Asia Tenggara.
Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah menilai cofiring sebagai solusi transisi yang realistis dan aplikatif, terutama bagi sistem pembangkit yang sudah ada.
“Program cofiring biomassa merupakan wujud nyata komitmen PLN Nusantara Power dalam mendukung agenda transisi energi nasional. Melalui optimalisasi aset pembangkit yang ada, kami terus berupaya menghadirkan energi yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan untuk Indonesia,” kata Ruly dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, keberhasilan implementasi di puluhan PLTU membuktikan bahwa transformasi energi tidak harus selalu dimulai dari nol. Infrastruktur eksisting tetap bisa dimanfaatkan, tanpa mengorbankan keandalan listrik yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Di balik capaian teknis tersebut, cofiring juga membawa efek berantai ke sektor lain. Permintaan biomassa meningkat, membuka peluang bagi penguatan rantai pasok lokal sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru di daerah.
“Pertumbuhan green energy cofiring juga berada pada tren positif dimana produksi tahun 2025 telah mengalami kenaikan sebesar 21,9 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun ini, kami telah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dengan produksi energi hijau mencapai 245 GWh,” tambahnya.
Dengan tren yang terus menanjak, PLN Nusantara Power kini bersiap memperluas implementasi cofiring dan inovasi pembangkit rendah emisi lainnya. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emissions Indonesia sebuah perjalanan panjang yang kini mulai menunjukkan arah yang jelas. (her)










