INDOPOSCO.ID – Ombudsman menilai kecelakaan kereta api jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur bukan sekadar tragedi, melainkan bukti adanya masalah sistemik dalam pelayanan transportasi publik di Indonesia.
Menurut Anggota Ombudsman Robert Na Endi Jaweng, kecelakaan kereta api jarak jauh dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur tidak dapat dilihat semata sebagai kecelakaan teknis operasional.
“Peristiwa ini harus ditempatkan dalam kerangka evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan publik,” kata Robert dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Keselamatan masyarakat adalah prinsip utama dalam pelayanan publik. Oleh karena itu, setiap kegagalan sistem yang berpotensi menimbulkan korban harus menjadi perhatian serius seluruh penyelenggara layanan.
Operator tidak boleh hanya berorientasi pada kelancaran operasional, tetapi wajib memastikan bahwa keselamatan pengguna menjadi prioritas utama dalam setiap aspek pelayanan.
“Transportasi publik merupakan layanan dasar yang menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh layanan yang aman, layak, pasti, dan bertanggung jawab,” tegas Robert.
Ia menekankan bahwa insiden tersebut harus dijadikan momentum untuk mengevaluasi besar-besaran potensi maladministrasi dalam tata kelola transportasi, mulai dari kelalaian prosedur dan lemahnya mitigasi risiko hingga masalah koordinasi dan pengabaian standar keselamatan.
“Risiko yang berulang tidak boleh dibiarkan dan harus segera dikoreksi secara menyeluruh,” ucap Robert.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kejadian ini sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian.
“Setiap kejadian akan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Pemerintah akan memastikan langkah-langkah perbaikan dilakukan agar keselamatan perjalanan kereta api semakin terjaga,” jelas Dudy terpisah di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (28/4/2026) pukul 13.00 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api jarak jauh dengan KRL Commuter Line dan puluhan penumpang lainnya terluka. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.(dan)










