• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rantai Krisis: Harga Plastik Naik, Minyak Goreng Ikut Mencekik

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 27 April 2026 - 12:42
in Ekonomi
Minyak

Ilustrasi - Minyak goreng berbahan sawit mengalami tekanan harga, salah satunya akibat mahalnya biaya kemasan plastik. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri kini tak lagi semata soal bahan baku utama. Ada faktor lain yang diam-diam memberi tekanan, mahalnya kemasan plastik.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti, menilai lonjakan harga minyak goreng saat ini sulit dihindari. Salah satu pemicunya berasal dari kenaikan signifikan biaya kemasan plastik di sektor hulu.

BacaJuga:

Komisi IV DPR Dorong Keterlibatan Akademisi dalam RUU Pangan

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Daihatsu Sigra dan Rocky Kembali Dapat Pengakuan di OTOMOTIF Award 2026

Menurutnya, tekanan tersebut tak lepas dari kondisi global yang belum stabil, mulai dari konflik geopolitik hingga gangguan rantai distribusi internasional.

Tak hanya berdampak jangka pendek, kondisi ini juga diyakini akan mendorong perubahan strategi di kalangan industri.

“Hal ini juga memicu penggunaan kemasan yang lebih efisien karena naiknya biaya plastik,” kata Esther di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Di sisi lain, ia mengingatkan pemerintah agar tidak lengah. Kenaikan harga minyak goreng berpotensi memicu efek berantai yang lebih luas, mulai dari inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat.

Minyak goreng, sebagai kebutuhan pokok, memiliki sensitivitas tinggi terhadap pengeluaran rumah tangga.

“Beban pengeluaran harian masyarakat berpotensi akan meningkat karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Pandangan senada disampaikan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal. Ia menilai pemerintah perlu bertindak lebih tegas, terutama dalam mengawasi rantai pasok.

Menurutnya, persoalan tidak hanya berhenti di biaya produksi, tetapi juga pada distribusi yang sebagian besar dikuasai oleh pelaku swasta.

“Pemerintah perlu mengawasi lebih ketat rantai pasok minyak goreng ini. Jalur distribusi rantai pasok minyak goreng ini kan tidak dalam kendali pemerintah, tetapi dikendalikan oleh pelaku swasta yang menguasai bisnis ini dari hulu sampai ke hilir,” jelas Faisal.

Meski demikian, ia memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah yang menahan kenaikan harga BBM subsidi di tengah gejolak global.

Kebijakan ini dinilai menjadi penopang penting agar daya beli masyarakat tidak semakin tergerus, terutama saat harga pangan tengah meningkat.

“Jadi paling tidak itu mempertahankan income masyarakat agar tidak tergerus lebih dalam ketika harga pangan mengalami peningkatan,” tuturnya.

Faisal juga menggarisbawahi tantangan global yang sedang dihadapi, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang memicu gangguan jalur distribusi vital seperti Selat Hormuz.

Gangguan tersebut berdampak luas, mulai dari pasokan bahan baku hingga lonjakan harga berbagai komoditas di pasar global.

“Sehingga dalam kondisi seperti saat ini makanya saya termasuk orang yang menyetujui harga BBM subsidi itu tidak dinaikkan untuk menjaga daya beli masyarakat Indonesia,” tambahnya.(her)

Tags: COREharga plastikIndefminyak goreng

Berita Terkait.

abdul
Ekonomi

Komisi IV DPR Dorong Keterlibatan Akademisi dalam RUU Pangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:11
gadai
Ekonomi

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:42
sigra
Ekonomi

Daihatsu Sigra dan Rocky Kembali Dapat Pengakuan di OTOMOTIF Award 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:19
wuling
Ekonomi

Dukungan untuk Talenta Kreatif, Wuling Hadir di Panggung Grand Final SUCI 12

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:08
Galeri-24
Ekonomi

Berburu Emas di Jakarta Fair 2026, Galeri 24 Tebar Diskon hingga Hadiah Eksklusif

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:42
Classroom
Ekonomi

PLTU Jawa 7 Tak Hanya Pasok Listrik, Kini Jadi Pusat Pembelajaran Teknologi Pembangkit Modern

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:29

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1475 shares
    Share 590 Tweet 369
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    901 shares
    Share 360 Tweet 225
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1176 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.