INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan arah strateginya dalam mendorong produksi minyak dan gas nasional dengan mengandalkan tiga pilar Utama, yakni kolaborasi, efisiensi investasi, dan dukungan regulasi.
Pesan tersebut disampaikan Direktur Investasi dan Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Danusaputro, dalam Forum Energy Council Jakarta 2026 bertema “Breaking Into Indonesia: What Investors Need To Know” di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Di tengah tantangan industri yang makin kompleks, PHE memilih pendekatan yang lebih adaptif, mengoptimalkan sumber daya yang ada sambil tetap membuka ruang kolaborasi lintas negara.
“Kolaborasi menjadi kunci. Kami terus menjajaki studi dan inisiatif eksplorasi bersama untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional,” ujar Dannif.
Menurutnya, peningkatan produksi tidak bisa dilepaskan dari efisiensi. Setiap proyek harus melewati evaluasi ketat untuk memastikan kelayakan ekonomi, terutama di tengah fluktuasi harga energi global.
Peran regulator seperti Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga dinilai krusial dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif. Dukungan berupa insentif fiskal menjadi faktor penting, terutama bagi wilayah kerja yang masih memerlukan investasi besar dan berisiko tinggi.
Sebagai bagian dari Pertamina Group, PHE saat ini mengelola portofolio aset yang luas. Namun, tidak semua aset berada dalam kondisi ekonomis yang ideal. Di sinilah strategi kemitraan memainkan peran penting, terutama dalam mengembangkan aset marginal yang membutuhkan teknologi dan pendekatan khusus.
Selain fokus pada produksi, perusahaan juga menempatkan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas operasionalnya. PHE juga terus memperkuat kerja sama teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan eksplorasi.
Dalam lanskap geopolitik yang dinamis, eksplorasi tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan jangka panjang. PHE melihat kemitraan internasional sebagai pintu masuk untuk mengakses teknologi mutakhir dan pengetahuan global.
“Keputusan investasi harus selaras dengan strategi portofolio dan tujuan jangka panjang perusahaan. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, kami berkomitmen menjaga keberlanjutan finansial sekaligus mendorong pertumbuhan. Efisiensi biaya juga menjadi faktor kunci dalam pengelolaan operasi dan investasi,” jelas Dannif.
Dengan strategi tersebut, PHE optimistis dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan produksi dan keberlanjutan bisnis di tengah tekanan industri energi yang terus berubah.(her)










