INDOPOSCO.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mengoptimalkan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia yang sedang menjalani proses keberangkatan dan kepulangan menuju Tanah Suci.
Hingga hari keempat operasional Haji 2026 atau per tanggal 23 April 2026, tercatat sebanyak 93 jemaah mendapatkan layanan kesehatan berupa perawatan rawat jalan di Daerah Kerja (Daker) Madinah.
Dari data yang dirilis, selain rawat jalan, terdapat 2 jemaah yang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 1 jemaah lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Pihak penyelenggara memastikan setiap laporan kesehatan menjadi dasar penguatan layanan, agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
“Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha dalam keterangan, Sabtu (25/4/2026).
Secara keseluruhan, menurutnya, hingga hari keempat operasional, sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) atau total 15.349 jemaah telah diberangkatkan dari Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.884 jemaah yang tergabung dalam 25 kloter telah tiba dengan selamat di Madinah.
Dalam kesempatan tersebut, dikatakan dia, Kemenhaj menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya seorang jemaah haji asal kloter SOC-3, Rodiyah (68), yang meninggal dunia akibat serangan jantung. Pemerintah memastikan seluruh hak jemaah akan dipenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji.
Menanggapi kondisi cuaca terkini, masih ujar dia, pihak penyelenggara mengimbau seluruh jemaah yang sudah berada di Madinah untuk mewaspadai cuaca yang cukup ekstrem. Suhu diperkirakan mencapai 34 derajat Celcius dengan kelembapan sekitar 25 persen.
“Kami mengimbau jemaah menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas. Cuaca cukup panas, sehingga penting menjaga kondisi tubuh,” tegas Ichsan.
Selain aspek medis, masih ujar dia, Kemenhaj juga menegaskan komitmennya menghadirkan Layanan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan. Untuk menjaga kondisi fisik jemaah, PPIH embarkasi diinstruksikan untuk meminimalisir kegiatan seremonial yang berlebihan saat proses pelepasan.(nas)










