INDOPOSCO.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan Israel dan Lebanon telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata di wilayah perbatasan kedua negara itu selama tiga minggu dimulai pada Jumat (24/4/2026).
Keputusan tersebut dicapai dalam pertemuan antara perwakilan pemerintah Israel dan Lebanon di Gedung Putih yang disaksikan langsung oleh Presiden Trump.
“Pertemuan itu berjalan dengan sangat baik. Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang tita Minggu,” ujar Trump melalui platform Truth Social pribadinya @realDonaldTrump, Jumat (24/4/2026).
Seiring dengan kesepakatan perpanjangan gencatan senjata, AS menyatakan akan mendampingi Lebanon agar mampu membentengi diri dari Hizbullah.
“Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantunya melindungi diri dari Hizbulla,” klaim Trump.
Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon pada 8 April 2026, tepat saat AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan untuk meredam ketegangan di Timur Tengah. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 254 hingga 357 orang dalam satu hari di berbagai wilayah Lebanon, termasuk Beirut.
Merespons serangan zionis itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel. Kesepakatan itu dicapai setelah pembicaraan intensif antara Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
“Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara dua negara mereka. Mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari,” jelas Trump melalui platform Truth Social pribadinya @realDonaldTrump dilihat Jumat (17/4/2026).(dan)










