• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Efek Domino Timur Tengah: Plastik Mahal, Minyak Goreng Ikut Melonjak

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 24 April 2026 - 01:05
in Ekonomi
Palm-Oil

Ilustrasi - Kenaikan harga minyak goreng tak lepas dari efek domino global, mulai dari konflik Timur Tengah hingga mahalnya kemasan plastik. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gelombang konflik di Timur Tengah tak hanya mengguncang pasar energi global, tetapi juga menjalar hingga ke dapur rumah tangga di Indonesia. Dampaknya kini terasa nyata: harga minyak goreng merangkak naik, dipicu oleh sesuatu yang kerap luput dari perhatian, kemasan plastik.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute, Tungkot Sipayung, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini berakar dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan tersebut mendorong harga energi fosil global melonjak tajam.

BacaJuga:

Jaga Ekosistem Pesisir, NNA Gandeng Dus Duk Duk Tanam 525 Bakau di Pulau Pari

BTN Bidik Kredit Non-Perumahan 30 Persen pada 2030 Lewat Strategi Beyond Mortgage

Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

Penutupan jalur vital perdagangan energi dunia, Selat Hormuz, memperparah situasi. Pasokan bahan baku terganggu, dan efeknya menjalar ke industri turunan energi, termasuk plastik yang digunakan sebagai kemasan minyak goreng.

“Harga energi fosil dunia meningkat dari sekitar US$60 per barel sebelum perang menjadi lebih dari US$110 per barel. Akibatnya, semua produk turunan dari energi fosil seperti plastik mengalami kenaikan,” kata Tungkot di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Kenaikan biaya kemasan ini kemudian menjadi faktor pendorong naiknya harga minyak goreng di dalam negeri. Bagi Indonesia, kondisi ini bukan hal sepele. Sebagai produsen sekaligus konsumen minyak goreng sawit terbesar dunia, kebutuhan dalam negeri mencapai ratusan juta jiwa.

Tungkot menjelaskan, konsumsi minyak goreng nasional terbagi dalam tiga segmen utama: minyak goreng sawit (MGS) premium bermerek, MGS program pemerintah MinyaKita, serta MGS curah untuk industri pangan.

Di tengah tekanan harga, dinamika menarik justru terjadi pada MinyaKita. Produk yang menyasar masyarakat berpendapatan rendah dan pelaku UMKM ini tetap relatif terkendali berkat intervensi pemerintah.

“Harga dan ketersediaan MGS MinyaKita ini dikendalikan pemerintah melalui kebijakan DMO (domestic market obligation), pengendalian penyaluran (D1, D2), dan HET (harga eceran tertinggi),” jelasnya.

Sementara itu, pasar bebas menunjukkan arah berbeda. Dalam kurun Januari hingga pekan ketiga April 2026, harga minyak goreng premium dan curah mengalami kenaikan signifikan. MGS premium naik dari Rp21.166 menjadi Rp21.793 per liter, sedangkan MGS curah melonjak dari Rp17.790 menjadi Rp19.486 per liter.

“Hal yang menarik, harga MGS Minyakita pada periode yang sama justru turun dari Rp16.865 menjadi Rp15.949 per liter, mendekati HET Rp15.700 per liter,” ungkap Tungkot.

Fenomena ini menjadi indikator bahwa kebijakan pemerintah mulai menunjukkan hasil, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga untuk segmen tertentu.

“Namun apakah harga MGS MinyaKita dapat dipertahankan ke depan dengan kenaikan harga kemasan plastik? Ini tergantung pemerintah apakah akan akomodatif dengan perubahan harga kemasan dalam HET,” tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah masih memiliki sejumlah instrumen untuk meredam gejolak harga, seperti bea keluar dan pungutan ekspor. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan perlindungan konsumen.

“Jika berbagai kebijakan tersebut benar-benar berjalan efektif maka secara teoritis cukup melindungi konsumen MGS setidaknya dalam jangka pendek,” tambahnya.

Di tengah dinamika global yang tak menentu, satu hal menjadi jelas: perubahan di panggung dunia kini semakin cepat terasa hingga ke kebutuhan sehari-hari masyarakat. Minyak goreng, yang dulu dianggap stabil, kini ikut terombang-ambing oleh arus geopolitik global.(her)

Tags: konflikminyak gorengPlasikTimur Tengah

Berita Terkait.

Jaga Ekosistem Pesisir, NNA Gandeng Dus Duk Duk Tanam 525 Bakau di Pulau Pari
Ekonomi

Jaga Ekosistem Pesisir, NNA Gandeng Dus Duk Duk Tanam 525 Bakau di Pulau Pari

Jumat, 11 September 2026 - 07:57
Jaga Ekosistem Pesisir, NNA Gandeng Dus Duk Duk Tanam 525 Bakau di Pulau Pari
Ekonomi

BTN Bidik Kredit Non-Perumahan 30 Persen pada 2030 Lewat Strategi Beyond Mortgage

Jumat, 11 September 2026 - 06:16
Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP
Ekonomi

Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

Kamis, 10 September 2026 - 19:58
Kemenkop Dorong Industri Kulit Garut Naik Kelas Lewat Koperasi
Ekonomi

Kemenkop Dorong Industri Kulit Garut Naik Kelas Lewat Koperasi

Kamis, 10 September 2026 - 19:24
DPR Ungkap Alasan Pasal 50A UU P2SK: Buka Ruang Danantara Cari Sumber Pendanaan
Ekonomi

DPR Ungkap Alasan Pasal 50A UU P2SK: Buka Ruang Danantara Cari Sumber Pendanaan

Kamis, 10 September 2026 - 19:04
bri7
Ekonomi

Perluas Akses Layanan Finansial bagi Diaspora Indonesia, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026

Kamis, 10 September 2026 - 16:06

OLAHRAGA

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis
Olahraga

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis

Editor Ali Rachman
Jumat, 11 September 2026 - 08:50

INDOPOSCO.ID – Matchday pertama fase liga Liga Champions 2026/2027 ditutup dengan pesta gol dan sejumlah kejutan. Enam pertandingan yang berlangsung...

SelengkapnyaDetails
Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Jumat, 11 September 2026 - 02:21
lc

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Kamis, 10 September 2026 - 10:50
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • bc3

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

    642 shares
    Share 257 Tweet 161
  • Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

    638 shares
    Share 255 Tweet 160
  • Bea Cukai Kediri Amankan 804 Ribu Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

    638 shares
    Share 255 Tweet 160
  • Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis

    633 shares
    Share 253 Tweet 158
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.