• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tembaga Jadi Komoditas Strategis, 3 Sektor Ini Diprediksi Jadi Penggerak Utama

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 22 April 2026 - 19:38
in Ekonomi
tembaga

Aktivitas industri terkait tembaga, mulai dari tambang hingga pemanfaatannya di sektor energi, infrastruktur, dan kendaraan listrik yang menjadi penggerak utama permintaan global. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tembaga kian menegaskan posisinya sebagai komoditas strategis di tengah transformasi industri global. Dengan cadangan yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memaksimalkan nilai tambah dari komoditas ini.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI masuk dalam tujuh besar negara dengan cadangan tembaga terbesar di dunia, dengan kontribusi sekitar 3 persen dari total global. Namun, dari sisi produksi tambang, Indonesia masih berada di peringkat ke-11, sementara di sektor hilir menempati posisi ke-18.

BacaJuga:

Pegadaian Dukung Kartini Race 2026 sebagai Tonggak Baru Motorsport Indonesia

Geopolitik Memanas, Rupiah Berpotensi Melemah ke Level Kritis Pekan Depan

Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Bergejolak, 5 Faktor Kunci Ini Jadi Penyebabnya

Founder & Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, menyebutkan permintaan tembaga ke depan akan didorong oleh tiga sektor utama.

Pertama, sektor infrastruktur dan kelistrikan yang membutuhkan tembaga untuk kabel, trafo, dan jaringan distribusi energi. Kedua, sektor energi baru terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan tenaga angin yang sangat bergantung pada konduktivitas tembaga. Ketiga, industri otomotif, khususnya kendaraan listrik (EV), yang menggunakan tembaga dalam jumlah besar untuk sistem baterai dan kelistrikan.

Ia menegaskan bahwa penguatan ekosistem industri turunan menjadi kunci agar produksi tembaga dalam negeri tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah atau setengah jadi.

“Jika ekosistem industri ini berkembang, maka produksi tembaga olahan dari smelter dapat terserap optimal di dalam negeri,” ujarnya.

Saat ini, industri tembaga nasional didukung oleh sejumlah perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia, PT Amman Mineral Internasional Tbk, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk yang mengelola proyek strategis dengan cadangan signifikan.

Dari sisi hilirisasi, keberadaan smelter menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah. Kementerian ESDM mencatat pengolahan tembaga melalui smelter dapat meningkatkan nilai hingga 1,74 kali lipat dibandingkan ekspor konsentrat mentah.

Sejumlah fasilitas pengolahan tembaga juga telah beroperasi, terutama di Gresik, Jawa Timur, serta proyek smelter baru di Nusa Tenggara Barat yang semakin memperkuat kapasitas domestik.

Dengan kombinasi cadangan besar, penguatan hilirisasi, serta tingginya permintaan dari sektor strategis, tembaga berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. Optimalisasi komoditas ini dinilai akan semakin efektif jika didukung kebijakan yang mendorong investasi dan integrasi industri dari hulu hingga hilir.(srv)

Tags: Industri PertambanganPri Agung RakhmantoReforMiner Institute

Berita Terkait.

Pegadaian Dukung Kartini Race 2026 sebagai Tonggak Baru Motorsport Indonesia
Ekonomi

Pegadaian Dukung Kartini Race 2026 sebagai Tonggak Baru Motorsport Indonesia

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:33
Geopolitik Memanas, Rupiah Berpotensi Melemah ke Level Kritis Pekan Depan
Ekonomi

Geopolitik Memanas, Rupiah Berpotensi Melemah ke Level Kritis Pekan Depan

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:30
emas
Ekonomi

Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Bergejolak, 5 Faktor Kunci Ini Jadi Penyebabnya

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:08
Taiwan Tourism
Ekonomi

Taiwan Bidik Wisatawan RI, Usung Konsep “Negeri yang Tak Pernah Tidur”

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:11
Pengisian-BBM
Ekonomi

BBM Nonsubsidi di Persimpangan: Antara Daya Beli dan Realitas Pasar

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:20
gadaii
Ekonomi

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1597 shares
    Share 639 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1285 shares
    Share 514 Tweet 321
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2564 shares
    Share 1026 Tweet 641
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    963 shares
    Share 385 Tweet 241
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.