• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

AiYU Meluncur, Veritask Bawa Agentic AI Hukum Pertama dengan Traceability Penuh di Indonesia

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 21 April 2026 - 13:23
in Ekonomi
Veritask

Chief Executive & Co-Founder AiYU dan Veritask, Rikordias Siahaan; Dekan Sekolah Hukum dan Studi Internasional Universitas Prasetiya Mulya sekaligus pendiri Rahayu & Partners; Dr. Sri H. Rahayu; dan Chief Product & Technology Officer AiYU dan Veritask, Eugenius Mario. Foto: Dokumen Veritask

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Veritask resmi meluncurkan AiYU, Agentic AI pertama di Indonesia yang dirancang khusus untuk kebutuhan pekerjaan hukum dan kepatuhan. Kehadiran AiYU menawarkan pendekatan berbeda di ranah legal tech: bukan sekadar memberikan jawaban, tetapi menunjukkan dari mana jawaban itu berasal.

Di industri hukum, kemampuan ini dikenal sebagai traceability kemampuan menelusuri pasal, undang-undang, versi amandemen, hingga logika penelusuran yang digunakan dalam menyusun rekomendasi. Dari output, pengguna dapat menelusuri sumber hanya dengan satu klik.

BacaJuga:

Penjualan Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit

Jotun Resmikan Flagship Store Pertama di Kalteng, Palangka Raya Makin Berwarna

539 Anak Muda Terpilih, Pertamina Buka Pintu Menuju Dunia Kerja

“Masalahnya bukan pada jawaban, tetapi pada sumbernya,” menjadi premis yang melatarbelakangi pengembangan AiYU.

Pengembangan AiYU disebut berangkat dari pengalaman nyata seorang in-house counsel yang menguji sistem ini dengan pertanyaan tentang keabsahan kontrak yang ditandatangani direktur tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Jawaban AiYU dinilai benar dan meyakinkan. Namun, satu pertanyaan lanjutan mengubah arah produk:

“Kalau jawaban ini salah, saya harus refer ke mana?”

Bagi praktisi hukum yang harus mempertanggungjawabkan rekomendasi di hadapan direksi, jawaban tanpa sumber rujukan bukanlah bantuan melainkan risiko.

Menurut Veritask, banyak platform regulasi dibangun sebagai database yang kemudian “ditambahkan AI”. AiYU dibangun sebaliknya: AI-native sejak hari pertama dengan regulasi sebagai backbone sistem.

Sebagai sistem agentic, AiYU menjalankan riset berlapis secara mandiri. Setiap langkah terlihat secara real-time oleh pengguna: mulai dari memahami pertanyaan, mengumpulkan regulasi relevan, memilih pasal, menganalisis, hingga menyusun jawaban. Sistem ini tidak bekerja sebagai “kotak hitam”.

“Yang membuat saya nyaman menggunakan AiYU adalah transparansinya. Saya dapat melihat dari mana setiap jawaban berasal dan memeriksanya sendiri apabila diperlukan. Itu yang membuatnya dapat diandalkan sebagai alat kerja sehari-hari,” ujar Navy Sasmita, Manager Hukum di perusahaan energi.

AiYU menghadirkan kapabilitas end-to-end yang memungkinkan pengguna melakukan riset regulasi dengan rantai referensi lengkap mulai dari pasal, ayat, tahun, amandemen, hingga status keberlakuannya. Dalam satu antarmuka yang sama, pengguna juga dapat melakukan legal drafting, translasi dokumen hukum, review klausul, hingga penyusunan legal opinion. Selain itu, fitur regulatory intelligence yang proaktif memantau perubahan regulasi memungkinkan sistem mengirimkan alert otomatis yang disesuaikan dengan sektor usaha pengguna.

Jika Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas telah diubah oleh Undang-Undang Cipta Kerja, AiYU menampilkan perubahan pasal dalam satu tampilan analisis yang utuh.

Di luar AiYU, Veritask juga mengintegrasikan basis data ratusan ribu regulasi dan jutaan putusan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Compliance Tracker dengan audit trail, serta workspace kolaboratif lintas fungsi.

Veritask menilai legal tech selama ini identik dengan anggaran besar korporasi. Melalui AiYU, akses tersebut dibuka lebih luas. Paket Essential ditawarkan mulai Rp350 ribu per bulan, jauh di bawah harga legal tech lain yang bisa mencapai jutaan rupiah per bulan sebelum fitur AI ditambahkan.

Sasarannya adalah firma hukum kecil-menengah, startup dengan tim legal terbatas, in-house counsel, hingga praktisi individual dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

AiYU dan Veritask dibangun oleh tiga pendiri dengan latar belakang hukum, riset regulasi, dan teknologi.

Dr. Sri H. Rahayu, Dekan Sekolah Hukum dan Studi Internasional Universitas Prasetiya Mulya sekaligus pendiri Rahayu & Partners, menekankan pentingnya pemerataan akses hukum.

“Pengetahuan hukum yang saya kumpulkan selama dua puluh tiga tahun tidak seharusnya berakhir di kepala saya. Veritask adalah cara saya memastikan apa yang saya tekuni bisa dipakai oleh pengacara muda di Semarang, pemilik UMKM di Medan, dan siapa pun yang selama ini tidak punya akses. Saya ingin akses hukum yang baik berhenti menjadi barang mewah,” ujar Sri dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Sementara itu, Rikordias Siahaan, Chief Executive & Co-Founder, melihat banyak proyek bisnis bermasalah bukan karena regulasi yang rumit, tetapi karena perubahan regulasi yang tidak terpantau.

“Proyek gagal bukan karena regulasinya ketat, tapi karena tim yang mengeksekusi tidak sadar regulasinya berubah,” katanya.

Di sisi teknologi, Eugenius Mario, Chief Product & Technology Officer, memimpin pengembangan sistem multi-agent AiYU.

“Kami tidak membangun chatbot hukum. Itu sudah banyak. Kami membangun sistem yang bisa mengaudit jawabannya sendiri. Di industri hukum, yang bisa dipertanggungjawabkan lebih penting daripada yang tercepat,” tegasnya.

Veritask mencontohkan kasus denda Rp15 miliar dalam merger e-commerce pada 2024 sebagai gambaran mahalnya kelalaian memantau kewajiban kepatuhan setelah kesepakatan bisnis tercapai. Melalui dashboard terintegrasi, AiYU dan ekosistem Veritask dirancang membantu perusahaan mengidentifikasi dan menjalankan kewajiban tersebut secara sistematis.

Bagi Veritask, masa depan AI hukum bukan soal kecepatan menjawab, melainkan kemampuan untuk ditelusuri, diperiksa, dan dipertanggungjawabkan. (ibs)

Tags: Agentic AIAIAiYUVeritask

Berita Terkait.

epson
Ekonomi

Penjualan Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:20
jotun
Ekonomi

Jotun Resmikan Flagship Store Pertama di Kalteng, Palangka Raya Makin Berwarna

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:30
Muhammad Aryomekka Firdaus
Ekonomi

539 Anak Muda Terpilih, Pertamina Buka Pintu Menuju Dunia Kerja

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:23
gadai
Ekonomi

Makin Praktis, Kini Cicil Emas Bisa Langsung Lewat Aplikasi BRImo

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:03
ferry
Ekonomi

Kemenkop Gandeng KLH Dorong Koperasi Masuk Pasar Karbon dan Ekonomi Sirkular

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:35
elnusa
Ekonomi

Menengok Dapur Energi Elnusa, Teknologi Vibroseis Jadi Salah Satu Andalan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:22

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3692 shares
    Share 1477 Tweet 923
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    860 shares
    Share 344 Tweet 215
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.