INDOPOSCO.ID – Di balik hamparan wilayah Desa Klamono, Kabupaten Sorong, Provonsi Papua Barat, perjuangan mendapatkan air bersih dulu menjadi bagian dari rutinitas harian. Warga harus bergantung pada sumur dangkal dan aliran sungai yang kualitasnya tak menentu sering keruh, bahkan harus diendapkan sebelum digunakan. Saat kemarau tiba, situasi kian sulit: air menyusut, jarak tempuh makin jauh.
Kondisi ini tak hanya menyita waktu, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan produktivitas. Ibu rumah tangga dan anak-anak menjadi kelompok paling terdampak, sementara keterbatasan listrik yang hanya mengandalkan genset membatasi aktivitas belajar dan ekonomi warga.
Perubahan mulai terasa sejak hadirnya program tanggung jawab sosial dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia. Program penyediaan air bersih ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus membuka babak baru kehidupan di Klamono.
Tak sekadar menyediakan air, program ini menghadirkan sistem berkelanjutan melalui inovasi W-SBC Aquafix. Teknologi ini memanfaatkan filtrasi multitahap dengan karbon aktif berbasis arang bonggol jagung (Zea mays), yang dikenal memiliki porositas tinggi untuk menyaring kontaminan organik dan logam berat dari Sungai Klasafet. Kombinasi media mangan, pasir karbon, dan silika memperkuat kualitas air hingga layak konsumsi.
Sistem ini didukung tiga tandon berkapasitas total 3.300 liter yang mampu memenuhi kebutuhan warga Kampung Posa. Menariknya, seluruh operasional ditopang energi surya, membuat sistem ini mandiri tanpa ketergantungan listrik konvensional.
Efisiensinya pun terbukti, 3.300 liter air dapat didistribusikan hanya dalam waktu dua jam. Dari sisi kualitas, air hasil olahan memenuhi standar Permenkes dan WHO, dengan kadar besi turun hingga 0,05 mg/L serta tingkat kekeruhan yang aman.
Keberhasilan ini mendapat pengakuan nasional. Dalam ajang Nusantara CSR Awards 2026, Pertamina Drilling meraih skor tinggi 95,22 dan masuk kategori Platinum Alignment level tertinggi dalam penilaian keberlanjutan.
Direktur Utama Avep Disasmita menegaskan makna di balik pencapaian tersebut.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa program CID yang kami jalankan tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan operasional perusahaan,” ujar Avep dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
“Kami percaya bahwa keberlanjutan harus berjalan seiring dengan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Program ini juga berkontribusi pada target SDGs, khususnya akses air bersih, energi terjangkau, dan penanganan perubahan iklim. Bahkan, dari sisi ekonomi, setiap Rp1 investasi mampu melindungi hingga Rp5,73 nilai risiko operasional menunjukkan dampak nyata yang melampaui sekadar bantuan sosial.
Kisah Klamono kini menjadi bukti: inovasi sederhana, jika tepat guna, bisa mengubah kualitas hidup sekaligus membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. (her)










