• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Industri Kuat atau Sekadar Klaim? Pengamat Soroti Realita PHK dan Lesunya Lapangan Kerja

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Jumat, 17 April 2026 - 21:04
in Ekonomi
Pencari-kerja

Arsip - Sejumlah pencari kerja mengunjungi pameran bursa kerja Jakarta Job Fair di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta, awal Desember 2021 lalu. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pernyataan optimistis pemerintah soal ketahanan industri nasional justru menuai tanda tanya. Analis komunikasi politik Hendri Satrio angkat suara, menyoroti kesenjangan antara klaim dan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa sektor industri Indonesia tetap solid, meski diterpa tantangan global, terutama terkait pasokan bahan baku akibat dinamika geopolitik.

BacaJuga:

Kemenkeu Diperkuat, Purbaya Titip 3 Prinsip Kunci

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Namun bagi Hensa sapaan akrab Hendri Satrio, pernyataan tersebut perlu diuji dengan indikator yang lebih konkret dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kalau industri kita kuat, yang paling gampang indikasinya itu lapangan pekerjaan tersedia banyak, dan PHK (pemutusan hubungan kerja) enggak ada, kemudian juga produk-produk kita bersaing minimal di ASEAN, jadi apanya yang kuat? Orang PHK jalan terus, lapangan pekerjaan susah,” ujar Hensa melalui gawai, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, indikator sederhana seperti ketersediaan lapangan kerja dan minimnya PHK justru menunjukkan arah sebaliknya. Ia melihat belum ada tanda-tanda signifikan yang mencerminkan pertumbuhan industri yang inklusif dan berdampak luas.

Hensa bahkan menilai kondisi industri saat ini cenderung stagnan tidak mengalami kemajuan berarti yang bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

“Pada kenyataannya, industri kita mandek dan jalan di tempat. Tidak ada tanda-tanda pertumbuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat menengah ke bawah,” kata Hensa.

Pendiri Lembaga Survei KeadiKOPI itu juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap pernyataan pejabat publik. Ia mengingatkan bahwa optimisme tanpa dukungan data yang relevan berisiko merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Menteri Perindustrian harus bertanggung jawab dengan statement-nya, karena faktanya kondisi yang ia klaim itu tidak tergambarkan sekarang, dan berpotensi menjauhkan kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tambah penulis buku Riah Riuh Komunikasi tersebut.

Di tengah tekanan ekonomi global, perdebatan antara narasi optimisme dan realitas lapangan menjadi semakin relevan. Publik pun kini menanti, apakah klaim ketahanan industri benar-benar berdiri di atas data—atau sekadar narasi yang belum sepenuhnya terbukti. (her)

Tags: Hendri SatrioHensalapangan kerjaLembaga Survei KedaiKOPIphk

Berita Terkait.

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi
Ekonomi

Kemenkeu Diperkuat, Purbaya Titip 3 Prinsip Kunci

Rabu, 22 April 2026 - 03:03
Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi
Ekonomi

Kejar Standar OECD dan Ciptakan Lapangan Kerja, Pemerintah Pangkas Regulasi Investasi

Rabu, 22 April 2026 - 02:48
Beras
Ekonomi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Selasa, 21 April 2026 - 18:38
Workshop
Ekonomi

Antisipasi Risiko Sejak Dini, PDC Bangun Sistem Kepatuhan Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026 - 17:27
Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20
Ekonomi

Kolaborasi Indonesia-Jepang, Bioetanol Lampung Bidik E10 hingga E20

Selasa, 21 April 2026 - 17:07
Tring
Ekonomi

Pegadaian Borong Dua Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Selasa, 21 April 2026 - 16:46

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    878 shares
    Share 351 Tweet 220
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    738 shares
    Share 295 Tweet 185
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.