INDOPOSCO.ID – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), bagian dari Holding Industri Pertambangan Mining Industry Indonesia (MIND ID), kembali menunjukkan perannya di luar sektor energi. Lewat program Cakrawala-Recovery Sumatera, perusahaan ini hadir membawa harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 PTBA tersebut berlangsung pada 5-9 April 2026. Fokusnya tidak hanya membangun kembali fasilitas yang rusak, tetapi juga memulihkan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak yang terdampak banjir.
Bencana yang melanda wilayah Sumatera Barat sebelumnya telah meninggalkan dampak luas, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga terganggunya proses belajar mengajar. Kondisi ini membuat siswa dan tenaga pendidik membutuhkan perhatian lebih, bukan hanya secara fisik tetapi juga mental.
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, mengatakan kehadiran perusahaan dalam situasi seperti ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, PTBA terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi pascabencana,” jelas Eko dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
“Melalui program Cakrawala-Recovery Sumatera, kami ingin memastikan proses pemulihan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga psikologis, serta mendukung keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda,” sambungnya.
Program ini menyasar sejumlah titik terdampak, termasuk Sekolah Darurat Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Salareh Aia, Taman Kanak-Kanak (TK) Al-Ikhsan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aisyah, TK Amanah di Kecamatan Palembayan, serta Sekolah Dasar (SD) Negeri 14 Labuah di Kecamatan Tanjung Raya. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi dengan mitra sosial Kitabisa serta dukungan tenaga pendidik setempat.
Koordinator Bidang Sosial dan Cakrawala HUT ke-45 PTBA, Ajis Purnomo, menjelaskan program dirancang melalui proses survei dan assessment agar bantuan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah pemberian Psychological First Aid (PFA) kepada siswa. Pendekatannya dibuat ringan dan menyenangkan, seperti permainan kelompok, sesi berbagi cerita, hingga aktivitas kreatif seperti menggambar dan membuat pohon harapan.
“Pendekatan ini terbukti membantu mengurangi kecemasan dan trauma, sekaligus meningkatkan keceriaan dan semangat belajar,” ujar Ajis.
Tak hanya fokus pada pemulihan mental, PTBA juga memberikan dukungan nyata bagi operasional sekolah. Bantuan mencakup perbaikan fasilitas darurat, penyediaan air bersih, hingga perlengkapan belajar seperti laptop, printer, speaker, alat tulis, buku bacaan, dan peralatan olahraga.
Selain itu, ratusan paket bingkisan dibagikan kepada siswa, sementara para guru menerima paket apresiasi. Di SDN 14 Labuah, tenaga pendidik juga mendapatkan bantuan seragam sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar.
Ke depan, PTBA berencana melanjutkan program ini dengan langkah yang lebih berkelanjutan, termasuk pembangunan fasilitas permanen dan penyediaan sumber air bersih. Salah satu prioritas utama adalah membangun kembali SMA Muhammadiyah Salareh Aia yang saat ini masih beroperasi di tenda darurat.
“Program ini sejalan dengan komitmen PTBA dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. (her)








