• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 11 April 2026 - 13:31
in Ekonomi
Suasana diskusi bertajuk "Peran RKAB dan Peningkatan Produksi Dalam Strategi Menyikapi Tantangan Global", yang digelar Energy and Mining Editor Society (E2S) di Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: E2S

Suasana diskusi bertajuk "Peran RKAB dan Peningkatan Produksi Dalam Strategi Menyikapi Tantangan Global", yang digelar Energy and Mining Editor Society (E2S) di Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: E2S

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Industri pertambangan nasional kini menghadapi tekanan berlapis. Di saat produksi mineral dan batubara dikendalikan lewat kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), pelaku usaha justru dihantam lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat situasi global serta kewajiban penggunaan B50 yang dinilai meningkatkan biaya operasional alat berat. Kombinasi ini memaksa perusahaan melakukan efisiensi, bahkan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Sudirman Widhy Hartono, menyebut perubahan skema persetujuan RKAB dari tiga tahunan menjadi tahunan serta kebijakan pengendalian produksi sebagai pukulan berat bagi industri.

BacaJuga:

PHE Buka Jalan Menuju Era CCS Regional, Asri Basin Jadi Andalan

ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport, Rantai Pasok Domestik Makin Solid

Harga Emas Akhir September Fluktuatif, China dan Polandia Jadi Pembeli Aktif

“Banyak perusahaan tidak bisa berfungsi di awal tahun karena RKAB belum keluar. Ini nyata terjadi,” ujarnya dalam diskusi bertajuk “Peran RKAB dan Peningkatan Produksi Dalam Strategi Menyikapi Tantangan Global”, yang digelar Energy and Mining Editor Society (E2S) di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Menurut Widhy, meski sudah ada aplikasi digital untuk mempercepat proses, faktanya persetujuan RKAB 2026 baru banyak terbit menjelang Maret. Beruntung ada relaksasi penggunaan 25 persen dari kegiatan sebelumnya agar operasional tetap berjalan.

Selain regulasi produksi, Widhy menyoroti kewajiban penggunaan B50 di sektor tambang. Berdasarkan pengalaman penggunaan B20 hingga B40, biodiesel disebut berdampak pada penurunan performa alat berat dan meningkatnya biaya perawatan, terutama di wilayah tambang yang terpencil dengan tantangan penyimpanan bahan bakar.

Pemerintah memang mengklaim B50 mampu menghemat subsidi solar hingga Rp48 triliun. Namun para ahli mengingatkan, penerapan yang terburu-buru berisiko menimbulkan dampak operasional dan sosial yang besar bagi industri tambang dan pekerjanya.

“Di lapangan, ini bukan sekadar isu bahan bakar. Ini soal keberlangsungan operasi alat tambang,” kata Widhy.

Dampak kebijakan ini sangat terasa di perusahaan kontraktor jasa tambang. Direktur Business Development Pamapersada, Ade Candra, mengakui pihaknya sudah mulai menyesuaikan jumlah tenaga kerja sejak Februari.

“Kami tidak punya pilihan. Penyesuaian produksi di RKAB otomatis berdampak ke kontraktor. Kami mulai menyesuaikan manpower,” tuturnya.

Ade memaparkan kondisi paradoks yang terjadi. Harga batu bara kliennya memang naik, bahkan hingga 25 persen. Namun di saat bersamaan, harga fuel global melonjak jauh lebih tinggi.

“Januari sampai Maret, kenaikan fuel bisa sampai 155%. Ini jauh lebih signifikan dibanding kenaikan harga batu bara,” jelasnya.

Selain BBM, industri juga menghadapi kendala pasokan komponen alat berat yang masih bergantung dari luar negeri akibat gejolak geopolitik.

Menurut Widhy, fenomena slow down operasional tambang sudah terjadi di berbagai lokasi. Bahkan, PHK mulai terjadi tidak hanya di site tambang, tetapi juga di kantor pusat perusahaan di ibu kota.

“Sudah ada yang mem-PHK karyawan, bahkan di pusat kehidupan perusahaan,” ungkapnya.

Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian waktu terbitnya RKAB setiap awal tahun yang membuat perusahaan sulit menyusun rencana kerja dan kontrak jangka panjang.

Situasi ini menciptakan ironi di industri tambang. Ketika harga komoditas global naik akibat perang dan ketidakpastian geopolitik, perusahaan tambang justru tidak bisa menikmati momentum tersebut secara optimal karena produksi dibatasi, biaya BBM melonjak, dan beban operasional meningkat akibat kebijakan B50.

Di level daerah, kondisi ini juga dikhawatirkan berdampak pada penerimaan daerah yang selama ini sangat bergantung pada aktivitas tambang.

Industri kini berharap ada evaluasi kebijakan yang lebih terintegrasi antara pengendalian produksi, ketersediaan BBM, serta kesiapan teknis implementasi B50 agar tidak memicu tekanan sosial-ekonomi yang lebih luas di wilayah tambang. (rmn)

Tags: E2SIndustri TambangPemangkasan Produksipertambangan

Berita Terkait.

Tak Sekadar Raih Juara, Piala Sedulur Purworejo Pupuk Semangat Guyub Rukun Warga Perantau
Ekonomi

PHE Buka Jalan Menuju Era CCS Regional, Asri Basin Jadi Andalan

Senin, 28 September 2026 - 14:05
Geger! Jasad Pria Mengapung di Pantai Labuan Pandeglang, Polisi Tegaskan Bukan Korban Kapal Rombongan Jurnalis
Ekonomi

ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport, Rantai Pasok Domestik Makin Solid

Senin, 28 September 2026 - 11:30
Geger! Jasad Pria Mengapung di Pantai Labuan Pandeglang, Polisi Tegaskan Bukan Korban Kapal Rombongan Jurnalis
Ekonomi

Harga Emas Akhir September Fluktuatif, China dan Polandia Jadi Pembeli Aktif

Senin, 28 September 2026 - 11:15
Pesan Menohok John Herdman Jelang Indonesia vs Malaysia: Jadikan SUGBK Neraka Bagi Lawan!
Ekonomi

BRI Life Perkuat Pengalaman Nasabah Lewat Layanan dan Inovasi Digital

Senin, 28 September 2026 - 10:05
Ponpes
Ekonomi

PDC Dorong Kemandirian Pesantren dan Pastikan Layanan Konsumsi Rig Berstandar

Minggu, 27 September 2026 - 16:08
IABC
Ekonomi

Kembangkan Komunikasi Berdampak, PHI Sabet 7 Penghargaan IABC Awards 2026

Minggu, 27 September 2026 - 15:07

OLAHRAGA

Tak Sekadar Raih Juara, Piala Sedulur Purworejo Pupuk Semangat Guyub Rukun Warga Perantau
Olahraga

Tak Sekadar Raih Juara, Piala Sedulur Purworejo Pupuk Semangat Guyub Rukun Warga Perantau

Editor Laurens Dami
Senin, 28 September 2026 - 13:39

INDOPOSCO.ID - Semangat Guyub Rukun warga Purworejo di perantauan diwujudkan melalui turnamen olahraga Piala Sedulur Purworejo. Ajang perdana yang diikuti...

SelengkapnyaDetails
Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Senin, 28 September 2026 - 12:53
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Jelang Lawan Malaysia di GBK, John Herdman Usung Misi “Melindungi Tanah Air”

Senin, 28 September 2026 - 12:00
Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Senin, 28 September 2026 - 10:20
Rahmat-Erwin-Abdullah

Pecahkan Rekor Dunia, Rahmat Erwin Sumbang Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026

Minggu, 27 September 2026 - 09:41

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3902 shares
    Share 1561 Tweet 976
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1104 shares
    Share 442 Tweet 276
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    1001 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.