INDOPOSCO.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) , Ahmad Heryawan, melontarkan kritik tajam terhadap kesepakatan 10 poin gencatan senjata antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel yang tidak memasukkan isu kemerdekaan Palestina.
Menurut Aher, absennya klausul Palestina dalam kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa upaya perdamaian yang dibangun belum menyentuh akar konflik utama di kawasan Timur Tengah.
Kesepakatan yang muncul di tengah memanasnya situasi geopolitik itu memang memuat berbagai poin strategis, seperti penghentian konflik di sejumlah negara, penarikan pasukan AS dari kawasan, pencabutan sanksi terhadap Iran, hingga pengaturan program nuklir. Namun, bagi Aher, semua itu belum cukup tanpa kejelasan nasib Palestina.
“Langkah gencatan senjata ini patut diapresiasi sebagai upaya meredakan ketegangan. Tetapi mengabaikan kemerdekaan Palestina justru membuat perdamaian ini rapuh dan berpotensi hanya sementara,” kata Aher dalam keterangannya yang diterima INDOPOSCO.ID, Kamis (9/4/2026).
Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode itu menilai, selama komunitas internasional tidak menjadikan Palestina sebagai prioritas utama, konflik di Timur Tengah akan terus berulang.
“Palestina adalah kunci perdamaian. Jika isu ini diabaikan, maka penyelesaian yang ada hanya bersifat tambal sulam, bukan solusi jangka panjang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aher yang juga menjabat Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif di panggung diplomasi global. Ia menekankan pentingnya konsistensi sikap Indonesia dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.
Sebagai negara yang menjunjung tinggi amanat konstitusi, Indonesia dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk terus berada di garis depan dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
“Indonesia harus tetap konsisten menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan,” pungkasnya. (dil)










