INDOPOSCO.ID – Indonesia membutuhkan pendekatan diversifikasi energi listrik bertenaga nuklir guna mensiasati krisis energi saat ini. Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin dalam keterangan, Selasa (7/4/2026).
Sebelumnya Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menerima audiensi Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia, Sergei Gennadievich Tolchenov di Gedung Nusantara 3 senayan Jakarta.
Menurut Sultan, energi nuklir merupakan sumber energi bersih yang relevan dengan visi net zero emission Indonesia 2030, Dan sesuai dengan tujuan Paris Agreement.
“Sebagai negara maritim yang luas, Indonesia membutuhkan inovasi pengembangan potensi energi nuklir sebagai sumber energi listrik Dan lainnya,” ujarnya.
“Dan Rusia menjadi negara sahabat yang sejak lama konsen mengembangkan energy nuklir dalam memenuhi kebutuhan listrik,” sambung Sultan.
Lebih jauh ia mengungkapkan, Rusia melalui Dubesnya telah menawarkan kerjasama pengembangan energi listrik nuklir yang aman.
“Kami mendorong pemerintah melalui Kementerian dan lembaga terkait untuk memberikan perhatian khusus pada pengembangan energi nuklir,” ucapnya.
“Sehingga ketika terjadi turbulensi geopolitik seperti sekarang ini, kita memiliki kesiapan energi secara mandiri,” imbuhnya. (nas)









