INDOPOSCO.ID – Iran mencurigai operasi penyelamatan pilot kedua jet tempur F-15E sebagai upaya pencurian uranium secara ilegal. Tuduhan itu disampaikan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi jatuhnya pesawat sekutu di wilayah mereka.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan, bahwa operasi tersebut masih meninggalkan berbagai spekulasi serta ketidakjelasan.
“Daerah di mana pilot AS diklaim berada di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad sangat jauh dari daerah di mana mereka mencoba mendarat atau ingin mendaratkan pasukan mereka di Iran tengah,” kata Baqaei seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (6/4/2026).
Ia menegaskan bahwa pihak berwenang tidak boleh mengabaikan kemungkinan bahwa misi evakuasi tersebut hanyalah sebuah operasi pengalihan bertujuan mencuri cadangan uranium yang telah diperkaya.
“Kemungkinan bahwa ini adalah operasi penipuan untuk mencuri uranium yang telah diperkaya sama sekali tidak boleh diabaikan,” ujar Baqaei.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa AS telah berhasil menemukan awak kedua dari pesawat F-15E yang jatuh di wilayah Iran pada Jumat (3/4/2026). Ia memuji misi tersebut sebagai sebuah operasi pencarian dan penyelamatan yang “berani”.
Di samping itu, Komando Gabungan Militer Iran menyatakan, bahwa Amerika Serikat terpaksa menghancurkan pesawat dan personelnya sendiri guna menjaga reputasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah tersebut dituding sebagai upaya Washington menutupi “kerapuhan” citra militer AS di mata dunia.
Pilot kedua dari jet tempur F-15E Strike Eagle yang jatuh di Iran berhasil ditemukan dalam kondisi selamat saat militer AS melakukan evakuasi pada Minggu (5/4/2026).
Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari mengatakan, beberapa pesawat AS memasuki wilayah udara Iran untuk melaksanakan operasi penyelamatan terhadap awak pesawat tempur AS yang jatuh.
“Sejumlah pesawat tersebut, termasuk dua pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk, dihantam (oleh Iran) dan terpaksa melakukan pendaratan darurat di wilayah selatan Isfahan,” tutur Zolfaghari terpisah dalam pernyataan yang disiarkan di TV Iran seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (6/4/2026). (dan)










