INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa fasilitas nuklir Bushehr diserang oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (4/4/2026).
Ia memperingatkan serangan AS dan Israel di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr hari ini menimbulkan risiko signifikan bagi Iran dan kawasan Teluk secara luas.
Ia juga mengkritik minimnya perhatian terhadap keselamatan wilayah negaranya, terutama jika dibandingkan dengan pengawasan ketat yang diberikan kepada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina.
“Serangan terhadap fasilitas petrokimia kami juga memiliki tujuan yang nyata,” kata Araghchi melalui akun X pribadinya @araghchi, Sabtu (4/4/2026).
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya satu pekerja di fasilitas itu. Itu merupakan empat kali serangan dalam 10 hari terakhir di tengah konflik bersenjata yang berkecamuk di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman terhadap Teheran dengan memperingatkan bahwa kekuatan militer mereka baru merupakan tahap awal dari potensi penghancuran total infrastruktur Iran.
“Militer kami, yang terbesar dan paling kuat (jauh lebih kuat!) di mana pun di dunia, belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan berikutnya, lalu Pembangkit Listrik!,” ucap Trump terpisah melalui unggahan di Truth Social @realDonaldTrump, Jumat (3/4/2026).
Militer Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan jembatan B1 di Karaj, Iran pada Kamis (2/4/2026). Jembatan B1 merupakan jembatan tertinggi di Timur Tengah dengan tinggi sekitar 136 meter. (dan)











