INDOPOSCO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Jakarta, Achmad Azran, menyerukan gencatan senjata dalam konflik di Timur Tengah. Hal ini penting menjelang dan selama pelaksanaan ibadah haji 2026.
Menurutnya, ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang setiap tahunnya diikuti oleh lebih dari 2 juta umat muslim dari berbagai negara. Dengan skala global, stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah, menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran dan keselamatan pelaksanaan ibadah haji.
“Pelaksanaan haji bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga peristiwa global yang melibatkan jutaan umat Muslim. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seluruh pihak, khususnya negara-negara yang tengah berkonflik, menghormati momentum sakral ini,” ujar Bang Azran dalam keterangan, Sabtu (28/3/2026).
Pria asli Betawi ini menilai bahwa musim haji dapat menjadi momentum strategis untuk mendorong dimulainya proses perdamaian, melalui gencatan senjata sementara. Langkah ini dinilai penting guna memberikan ruang bagi stabilisasi keamanan dan pemulihan kondisi di kawasan.
Bang Azran juga menyoroti dampak ekonomi global akibat konflik yang berkepanjangan. Kenaikan harga energi, khususnya bahan bakar minyak yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami fluktuasi signifikan di pasar internasional, berpotensi meningkatkan biaya perjalanan haji secara keseluruhan.
Kondisi ini tentu akan berdampak langsung pada beban biaya yang harus ditanggung oleh calon jemaah. “Ketidakstabilan geopolitik telah mendorong kenaikan biaya logistik dan transportasi global. Jika konflik tidak segera mereda, maka biaya penyelenggaraan ibadah haji berpotensi meningkat dan memberatkan jemaah,” jelasnya.
Ia mendorong agar Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, dapat mengambil peran lebih aktif dalam upaya diplomasi internasional. Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dan legitimasi moral untuk menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya gencatan senjata.
“Indonesia memiliki kapasitas diplomatik dan posisi yang kuat di dunia internasional. Saya berharap pemerintah dapat berperan aktif dalam mendorong dialog dan menjadi bagian dari solusi perdamaian,” ujarnya. (nas)










