• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pakar Minta Pembatasan Medsos Anak Harus Disertai Literasi Digital

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:09
in Nasional
pakar

Pakar pendidikan Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto Prof Fauzi. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pakar pendidikan anak Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto Prof Fauzi menilai pembatasan media sosial bagi anak harus disertai penguatan literasi digital agar kebijakan perlindungan anak di ranah digital berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Era digital ini realitas yang tidak bisa dihindari. Kita tidak dalam kerangka menolak atau melawan, tetapi bagaimana menyikapinya secara bijak karena ini bagian dari perkembangan peradaban manusia,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu, menanggapi kehadiran Undang-Undang Perlindungan Anak di Ranah Digital yang diberlakukan mulai 28 Maret 2026.

BacaJuga:

Mukhtarudin Tegaskan Komitmen Selesaikan Masalah PMI di Hong Kong

Cegah Narkotika Cair, Kapolri Larang Seluruh Anggota Gunakan Vape

Gandeng Perhotelan Turki, KP2MI Gelar Seleksi CPMI

Menurut dia, kemajuan teknologi digital merupakan keniscayaan yang membawa dua dimensi sekaligus, yakni sisi positif dan negatif.

Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan akses informasi, sarana belajar, serta peluang pengembangan keterampilan bagi anak.

Namun di sisi lain, teknologi juga berpotensi menimbulkan dampak buruk apabila tidak disertai pengawasan dan pemahaman yang memadai.

Ia mengatakan kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak merupakan langkah yang tepat dalam kerangka preventif sekaligus kuratif.

Dalam hal ini, preventif berarti mencegah munculnya dampak negatif sejak dini, sementara kuratif merespons kondisi yang sudah terjadi di masyarakat, seperti kecanduan gawai dan penggunaan digital yang berlebihan.

“Pembatasan ini penting sebagai langkah preventif bagi generasi masa depan, sekaligus kuratif karena dampak negatifnya sudah nyata terjadi,” katanya.

Kendati demikian, dia mengingatkan kebijakan pembatasan tidak boleh berdiri sendiri, tanpa diiringi penguatan literasi digital.

Ia mengatakan ada dua aspek penting yang harus dibangun melalui edukasi, yakni kesadaran fungsi dan kesadaran dampak dalam penggunaan teknologi.

Kesadaran fungsi, kata dia, berkaitan dengan kemampuan anak memahami manfaat teknologi serta menggunakannya secara tepat, misalnya untuk belajar, mencari informasi, atau mengembangkan keterampilan positif.

Kesadaran dampak, ujarnya, sebagai penting agar anak mampu mengenali risiko dan melakukan langkah antisipatif terhadap potensi bahaya di ruang digital.

“Selama ini kita relatif kuat dalam mendorong kemampuan penggunaan teknologi, tetapi masih lemah dalam membangun kesadaran terhadap dampak yang ditimbulkan,” katanya.

Ia menilai perlindungan anak di ranah digital harus dilakukan secara sistemik.

Ia mengatakan pemerintah tidak hanya perlu membatasi akses anak, juga mengatur produksi dan distribusi konten digital yang beredar di masyarakat.

Menurut dia, tanpa pengaturan terhadap produsen konten, pembatasan terhadap anak akan menjadi kurang efektif karena arus konten tetap deras dan mudah diakses melalui berbagai celah.

“Jangan sampai anak dibatasi, tetapi produsen konten terus bebas tanpa filter. Ini berpotensi menjadikan anak sebagai pasar dari konten-konten yang merusak,” katanya.

Ia juga menyoroti adanya dimensi ekonomi dalam ekosistem digital yang sering menjadikan anak sebagai target pasar.

Dalam beberapa kasus, katanya, anak juga berpotensi menjadi objek eksploitasi untuk kepentingan produksi konten maupun komersialisasi.

Oleh karena itu, ia mendorong penegakan regulasi yang konsisten, termasuk pengawasan terhadap platform digital dan pelaku industri konten, agar tidak terjadi eksploitasi terhadap anak.

Selain itu, peran orang tua, pendidik, dan masyarakat dinilai penting dalam membangun budaya digital yang sehat.

Menurut dia, edukasi harus dilakukan sejak dini agar anak tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran etis dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

“Yang lebih penting adalah membangun budaya berdigital, yakni sadar fungsi dan sadar dampak. Dengan begitu, anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus melindungi diri dari berbagai risiko,” kata Prof Fauzi. (bro)

Tags: literasi digitalmedsospakar

Berita Terkait.

Mukhtarudin
Nasional

Mukhtarudin Tegaskan Komitmen Selesaikan Masalah PMI di Hong Kong

Senin, 2 November 2026 - 10:20
suyudi
Nasional

Cegah Narkotika Cair, Kapolri Larang Seluruh Anggota Gunakan Vape

Senin, 2 November 2026 - 09:10
sri
Nasional

Gandeng Perhotelan Turki, KP2MI Gelar Seleksi CPMI

Senin, 2 November 2026 - 07:07
soptek
Nasional

Tolak PPN Pembalut, FKBI Dorong Pemerintah Optimalkan Cukai Rokok dan Minuman Manis

Senin, 2 November 2026 - 05:15
santri
Nasional

Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo, Kemenag: Pendampingan Para Santriwati Itu Utama

Senin, 2 November 2026 - 00:30
komnas
Nasional

Komnas HAM Sesalkan Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Santriwati Diduga Diintimidasi

Minggu, 1 November 2026 - 21:21

OLAHRAGA

bca
Olahraga

Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Ajak Masyarakat Lari Sehat Sekaligus Belajar Investasi

Editor Ali Rachman
Senin, 2 November 2026 - 04:14

INDOPOSCO.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi membuka kompetisi lari dan investasi bertajuk Runvestasi 2026: Wealth Life Balance...

SelengkapnyaDetails
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

BERITA POPULER

  • MUI

    Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1816 shares
    Share 726 Tweet 454
  • Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5161 shares
    Share 2064 Tweet 1290
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

    888 shares
    Share 355 Tweet 222
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.