• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

IPB Ungkap Potensi Besar Limbah Sawit, Bisa Jadi Sumber Energi hingga Produk Bernilai Tinggi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 22 Maret 2026 - 22:02
in Ekonomi
Limbah Kelapa Sawit

Aktivitas pengolahan limbah kelapa sawit di fasilitas industri, menunjukkan pemanfaatan produk sampingan menjadi material bernilai guna. Foto: BPDP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah sorotan terhadap dampak lingkungan industri kelapa sawit, kalangan akademisi justru menilai bahwa limbah sawit menyimpan potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. IPB University mendorong transformasi limbah kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah tinggi melalui inovasi teknologi dan kebijakan yang tepat.

Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University, Yanto Santosa, mengatakan limbah kelapa sawit bukan sekadar sisa produksi, melainkan sumber daya strategis yang dapat diolah menjadi berbagai produk ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

BacaJuga:

Berburu Emas di Jakarta Fair 2026, Galeri 24 Tebar Diskon hingga Hadiah Eksklusif

PLTU Jawa 7 Tak Hanya Pasok Listrik, Kini Jadi Pusat Pembelajaran Teknologi Pembangkit Modern

Hak 735 Eks Pekerja Belum Tuntas, Kasus Newcrest Jadi Preseden Buruk Divestasi Asing

“Limbah kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi,” ujarnya di Jakarta, Minggu (22/3/2026).

Menurut Yanto, optimalisasi pemanfaatan limbah sawit tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat penerapan ekonomi sirkular, serta berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan. Ia mengingatkan tanpa pengelolaan yang tepat, limbah tersebut justru berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.

Lebih jauh, Yanto menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendorong penerapan konsep zero waste di sektor kelapa sawit. Melalui pendekatan ini, seluruh bagian tanaman dan hasil samping produksi dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa menyisakan limbah.

Yanto juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dengan lembaga riset guna mempercepat inovasi dalam pengelolaan limbah sawit. Sinergi ini dinilai krusial untuk mendorong hilirisasi industri berbasis riset.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute, Tungkot Sipayung, menilai istilah “limbah” dalam industri sawit kerap disalahartikan. Menurutnya, yang selama ini disebut limbah sejatinya adalah produk sampingan (by product) yang memiliki nilai ekonomi.

“Yang tepat adalah produk utama seperti Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) atau minyak inti sawit mentah, serta produk sampingan yang sering disebut limbah. Padahal semuanya memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Namun demikian, Tungkot mengkritisi regulasi lingkungan yang masih mengkategorikan sebagian produk sampingan sawit sebagai limbah, bahkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Hal ini dinilai menjadi hambatan dalam proses komersialisasi karena membutuhkan izin dan perlakuan khusus.

Tungkot meyakini revisi kebijakan akan membuka peluang besar bagi pengembangan industri turunan sawit. Selain meningkatkan devisa negara dan menciptakan lapangan kerja, langkah tersebut juga akan memperkuat posisi industri sawit sebagai sektor rendah emisi (low carbon) dan berkelanjutan.

“Jika regulasi diperbaiki, industri produk sampingan sawit akan berkembang pesat dan memberi dampak besar bagi ekonomi nasional,” pungkasnya. (rmn)

Tags: Industri Kelapa Sawitipb universityKelapa SawitLimbah Kelapa SawitYanto Santosa

Berita Terkait.

Galeri-24
Ekonomi

Berburu Emas di Jakarta Fair 2026, Galeri 24 Tebar Diskon hingga Hadiah Eksklusif

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:42
Classroom
Ekonomi

PLTU Jawa 7 Tak Hanya Pasok Listrik, Kini Jadi Pusat Pembelajaran Teknologi Pembangkit Modern

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:29
big
Ekonomi

Hak 735 Eks Pekerja Belum Tuntas, Kasus Newcrest Jadi Preseden Buruk Divestasi Asing

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:43
pertamax
Ekonomi

Pertalite dan BioSolar Tetap, Pertamina Jelaskan Penyesuaian Harga Pertamax

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:23
asam
Ekonomi

Bukit Asam Tebar Dividen Rp1,32 Triliun, Perkuat Modal Hadapi Tantangan Industri Energi

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:03
btn
Ekonomi

BTN Siapkan Generasi Muda Tangguh Finansial, Gandeng Unpad untuk Edukasi dan Pengembangan Karier

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:46

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1228 shares
    Share 491 Tweet 307
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1465 shares
    Share 586 Tweet 366
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.